14 Kondisi Tubuh yang Tak Boleh Menerima Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto: wowkeren.com
Bagikan:

Jakarta – Meskipun aman ternyata vaksin Covid-19 produksi Sinovac tak bisa diberikan kepada semua orang.

Sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes No 02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19, sedikitnya ada 14 kondisi tubuh yang tidak bisa diberi vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Bacaan Lainnya

14 kondisi tubuh tersebut, yakni orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun (lulus, sjogre, vasculitis, penyakit ginjal, dan reumatik autoimun).

Ditambah lagi orang dengan penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid, penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, sesak napas 7 hari sebelum vaksinasi, diabetes melitus, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit paru seperti asma dan tuberkolosis.

Dr. Muhammad Fajri Adda’i menjelaskan, sebenarnya bukan kelompok diatas tidak dibolehkan menerima vaksin, namun masih menunggu penelitian lebih lanjut mengingat sejauh ini penelitian vaksin Sinovac diterapkan pada populasi orang sehat dengan rentang usia 18-59 tahun.

Hingga saat ini belum diketahui efek samping vaksin ke organ dan efek imunitas yang ditimbulkan jika 14 golongan tersebut mendapatkan vaksin Sinovac.

Sementara itu, ia juga menjelaskan anjuran untuk melakukan vaksin flu dan pneumonia sebelum divaksin Covid-19.

“Banyak terjadi dua infeksi sekaligus, jadi (bisa) ada infeksi Covid-19 dan pneumonia juga. Ketika terjadi dua kuman atau virus ini, maka penyakitnya akan lebih berat dan ini sudah terbukti. Jadi kalau sudah divaksin (kalaupun kena) sakitnya jadi lebih ringan, itu sudah evidence based,” papar dr. Fajri.

BACA JUGA :  Vaksin Oxford-AstraZeneca Akan Diuji Klinis Pada Anak di Inggris

Ia juga menambahkan, di negara empat musim vaksin flu diwajibkan dan bisa mengurangi angka kematian. “Jadi jika ada kesempatan, silakan vaksin flu atau pneumonia juga,” katanya.

Bagi yang menderita demam 7 hari terakhir, menderita ISPA, diare, atau pernah kontak dengan penderita Covid-19 dalam waktu dekat, diimbau untuk menunda vaksinasi sampai kondisi tubuh benar-benar sehat. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *