16 Persen Publik Tolak Vaksinasi, Bagaimana Mengatasinya?

Bagikan:

Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, menurut data survei terakhir yang mereka peroleh, terdapat sekitar 66 persen rakyat Indonesia percaya vaksin dan mau divaksinasi COVID-19. Namun terdapat sekitar 16 persen tidak mau divaksin. Data tersebut dikemukan Erick pada sebuah acara seminar daring, di Jakarta Selatan (11/01/2020)

Erick Thohir yang juga merupakan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan,  pihaknya tidak bisa memaksakan pemberian vaksin COVID-19 terhadap masyarakat yang menolak divaksinasi. “Kita juga tidak memaksakan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meyakinkan publik. Karena pemerintah meyakini bahwa vaksin merupakan cara paling efektif untuk menekan penularan virus COVID-19 dan menekan angka kematian.

Salah satu cara untuk mengatasi ketidak percayaan publik terhadap vaksin tersebut, adalah dengan memenuhi semua standar keamanan yang sudah ditetapkan oleh WHO. Selain itu pemerintah juga sudah bekerjasama dengan MUI untuk standar kehalalan bagi warga muslim.

Dalam hal ini, Erick mengatakan “pemerintah menggunakan vaksin-vaksin yang dibeli berdasarkan standar yang ditetapkan WHO, yang sudah melalui uji klinis, dan KPCPEN pun terbuka kepada MUI, BPOM, semua pihak kita libatkan.”

Selain itu, beberapa hari sebelumnya,  keraguan publik juga sudah dijawab oleh Kepala Negara. Presiden Jokowi telah memproklamirkan secara terbuka diri sebagai publik sebagai orang pertama yang akan divaksin.

Tentunya hal ini dimaksudkan agar publik benar-benar yakin, bahwa vaksin ini aman dan halal. Dan publik bukan hendak dijadikan sebagai kelinci percobaan, sebagaimana isu yang banyak beredar di media sosial akhur-akhir ini.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, Facebook Kurangi Penayangan Iklan Politik

“Dan saya – sekali lagi – akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin covid-19 tersebut. Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap”. Cuit Presiden Jokowi di akunnya @jokowi. (ilp/ijs)

 

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *