2 Orang Tewas Dikeroyok karena Sengketa Lahan, Ahmad Bastian: Pelaku Tak Berperikemanusiaan

Bagikan:

Bandar Lampung – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Ahmad Bastian SY menyoroti kasus pengeroyokan yang menyebabkan 2 warga Kabupaten Lampung Tengah tewas akibat kasus sengketa tanah. Bastian meminta polisi segera menangkap sekelompok orang yang melakukan pengeroyokan itu.

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di Kampung Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah (Lamteng), Kamis (14/1) lalu. Dua orang warga meninggal dunia, dan satu orang lagi dikabarkan luka berat. Korban merupakan warga Kampung Bumi Aji.

“Polisi harus segera menangkap para pelaku dan beri hukuman berat karena pengeroyokan menyebabkan hilangnya nyawa 2 warga, dan 1 orang lagi terluka berat,” ujar Ahmad Bastian, Senin (18/1/2017).

Dari keterangan saksi, awalnya korban mendatangi lahan yang menjadi sengketa di Kampung Bumi Ilir. Mereka menemui sejumlah warga asal Kampung Bumi Ilir yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Percekcokan yang berujung perkelahian tak bisa dihindari. Warga Bumi Aji kalah jumlah dan dikeroyok oleh sekelompok warga Bumi Ilir, yang membawa senjata tajam.

Meski para korban sempat berusaha kabur menyelamatkan diri, namun puluhan warga Bumi Ilir berhasil mengejarnya dan melakukan pengeroyokan. Korban ditemukan tewas dengan banyak luka bacok, sementara para pelaku melarikan diri.

“Kasus ini cukup mengerikan. Pengeroyokan sampai jatuh korban meninggal dunia. Polisi harus berhasil menemukan para pelaku yang saya kira tidak berperikemanusiaan karena tega mengeroyok sampai korban tewas,” tutur Bastian.

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu korban mengalami luka tembak di bagian kepala. Salah satu pelaku disebut membawa senjata rakitan saat mengejar korban. Bastian menilai polisi harus bekerja cepat agar pelaku tidak lagi melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

BACA JUGA :  FPI Jadi Berita Paling Trending Hari Ini

“Kalau sampai informasi adanya warga yang memiliki senjata rakitan ini benar, ini kan sangat bahaya. Jangan sampai ada korban lagi, oleh karenanya polisi harus segera menangkap para pelaku ini,” ucap anggota Komite I DPD RI itu.

Adapun kasus pengeroyokan tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Lampung. Mirisnya menurut polisi, status tanah yang diributkan korban dan pelaku adalah milik pemerintah.

Bastian pun meminta Pemkab Lampung Tengah untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus berdarah itu. Pemda juga diminta menjadikan kasus ini sebagai bentuk evaluasi karena banyak kasus sengketa tanah yang menyebabkan korban berjatuhan.

“Ini kan ironi sekali, dua kelompok bertikai berebutan lahan yang ternyata milik pemerintah. Kasus-kasus sengketa tanah di daerah ini tidak sekali dua kali menyebabkan jatuhnya korban meninggal. Sangat-sangat miris,” tegas Bastian.

“Pemda punya pekerjaan rumah besar untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan yang banyak terjadi di daerah. Pemerintah harus tegas dan segera menyelesaikan kasus-kasus lahan yang berlarut untuk menghindari konflik berdarah,” sambungnya. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *