3 Warga Lampung Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya, Ahmad Bastian Sampaikan Duka

Bagikan:

Bandar Lampung- Sebanyak 3 orang warga Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, masuk dalam manifes Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Anggota DPD RI dari daerah pemilihan (Dapil) Lampung, Ahmad Bastian menyampaikan belasungkawa.

“Saya turut berdukacita untuk para korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Secara khusus bagi 3 warga Tulangbawang Barat yang menjadi penumpang Pesawat Sriwijaya SJ182,” ungkap Ahmad Bastian, Kamis (14/1/2021).

Bacaan Lainnya

Adapun 3 orang asal Tulangbawang Barat yang ikut penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu, yakni Pipit Piyono (25), Yohanes (27), dan Sugiono Effendi (37). Ketiganya merupakan warga Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Tulangbawang Barat.

BACA JUGA :  Ahmad Bastian Soal Program Calon Kapolri Terkait Pam Swakarsa: Beda dengan Masa Lalu

“Saya turut bersedih atas kepergian saudara-saudara kita warga Tulangbawang Barat yang ikut menjadi korban. Kita doakan semoga ketiga warga Lampung yang menjadi korban pesawat jatuh itu husnul khotimah, dan jenazahnya bisa ditemukan tim SAR,” kata Bastian.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Lampung sudah mengambil data antemortem dan sampel DNA orang tua ketiga korban pada Minggu (10/1) lalu. Pengambilan sampel DNA itu merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk proses identifikasi korban.

“Data-data itu yang akan dicocokkan dengan data temuan di lokasi kejadian atau data postmortem. Semoga data-data tersebut membantu dalam proses identifikasi,” sebut Bastian.

Anggota Komite I DPD RI ini pun meminta pihak maskapai dan Jasa Raharja segera memberi santunan kepada keluarga korban, termasuk 3 warga Lampung itu. Bastian menyebut, pencairan santunan bagi ahli waris korban Sriwijaya Air SJ182 jangan sampai terlambat.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 77 tahun 2011, pihak maskapai selaku operator penerbangan harus memberikan kompensasi ganti rugi senilai Rp 1,25 miliar per penumpang yang jadi korban kecelakaan pesawat. Maskapai Sriwijaya harus membayar kompensasi itu. Jasa Raharja juga harus membayar santunan kepada keluarga korban,” paparnya.

BACA JUGA :  Ahmad Bastian Harap Sengketa Pilwalkot Bandar Lampung Tak Berlarut-larut

Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Tulangbawang Barat mendapat pendampingan dari Tim Trauma Healing Biro SDM Polda Lampung. Langkah Polda Lampung itu mendapat apresiasi.

“Pendampingan kepada keluarga korban memang sangat dibutuhkan. Keluarga korban perlu menerima konseling untuk bisa mengungkapkan rasa sedihnya, marahnya, takutnya, dan harapan-harapannya terhadap anggota keluarganya yang hilang,” ucap Bastian.

“Jadi kehadiran Tim Trauma Healing Biro SDM Polda Lampung kepada keluarga korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya di Tulangbawang Barat saya kira sangat membantu,” tambahnya. (ijs/elz).

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *