6 Bulan Buron, Anggota Dewan Dharmasraya Tetap Terima Gaji

Ilustrasi korban penganiayaan hingga tewas. (Istimewa)
Ilustrasi korban penganiayaan hingga tewas. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya, Boby Ade Saputra masih mendapat gaji bulanan sebagai anggota dewan meski dirinya menjadi buron polisi sejak Agustus 2020.

Boby Ade ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan warga bernama Dani Kumara hingga tewas.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Dharmasraya, Nasution membenarkan terkait pengiriman gaji yang terus berlangsung tersebut.

“Karena belum ada regulasi yang bisa menghentikan gajinya,” kata Nasution, Jumat (5/2/2021).

Menurut Nasution, gaji anggota DPRD baru bisa dihentikan jika orang yang bersangkutan diberhentikan secara sah. Selain itu, juga bisa distop jika ada pergantian antar waktu (PAW).

“Yang bisa dihentikan gajinya itu sesuai dengan aturan adalah terjadi pergantian antar waktu atau PAW, meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan,” katanya.

BACA JUGA :  Ketua DPC Gerindra: Bila Tak Sanggup Tangani Covid-19, Mending Anies Mundur Saja

Maka, dengan tiadanya syarat tersebut seorang anggota dewan tetap menerima gaji bulanan. “Jadi, sebelum adanya hal-hal tersebut, tentu kami belum bisa mengambil tindakan apapun. Sepanjang (kalau) ada keputusan partainya, akan kita tindak lanjuti,” tambahnya.

Nasution menjelaskan, Boby sudah tidak masuk kantor terhitung sejak bulan Agustus 2020 lalu, atau selama enam kali persidangan. Namun pihaknya mengaku belum dapat penjelasan lebih lanjut terkait hal itu.

Diberitakan sebelumnya, kader Parta Kebangkitan Bangsa (PKB) ini diduga terlibat kasus penganiayaan hingga tewas seorang warga.

“Iya (Boby Ade Saputra),” ujar Ketua DPW PKB Sumatera Barat Anggi Ermarini kepada wartawan, Jumat (5/2).

Boby masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Dharmasraya setelah diduga terlibat penganiayaan pada Juni 2020. Dalam aksinya, Boby diduga tidak bertindak sendiri.

BACA JUGA :  Pemerintah Bubarkan FPI dan Larang Penggunaan Atributnya

Dia diduga menganiaya korban bersama-sama di Koto Ranah, Dharmasraya, Sumatera Barat, terkait tudingan menjual anak salah satu pelaku. Secara keseluruhan, ada 11 tersangka, di mana empat orang di antaranya sudah ditangkap.

“Dari 11 orang tersangka, Polres Dharmasraya sudah melakukan penangkapan dan penyidikan terhadap empat orang tersangka dan sudah dilakukan proses pengadilan,” kata Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha.

Mereka diduga melanggar Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 3 juncto Pasal 351 ayat (3) KUHPidana tentang tindak pidana kekerasan terhadap orang atau penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya orang.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *