Aa’ Gym: Presiden dan Wakil Presiden Harus Berani Divaksin Dulu

Bagikan:

Meski vaksin Covid-19 sudah didatangkan dan telah sampai ke Indonesia, namun polemik siapa yang terlebih dahulu mendapatkan vaksinasi masih terus berkembang di masyarakat.

Banyak pihak yang masih khawatir, ragu-ragu, bahkan takut dengan penggunaan vaksin Sinovac produksi China tersebut, terkait dengan efektifitas, efikasi, uji kelayakan, uji klinis, efek samping, hingga permasalahan halal-haram dari vaksin Sinovac yang telah didatangkan ke Indonesia  .

Penceramah Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Aa Gym, secara gamblang meminta para pejabat di tingkat pusat terlebih dahulu mendapatkan vaksinasi dari vaksin yang didatangkan dari China tersebut.

Aa’ Gym meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, jajaran menteri dan sejumlah pejabat di tanah air menjadi klaster pertama orang yang bersedia disuntik vaksin Covid-19.

Aa Gym pun mengaharapkan agar para pejabat itu berani maju dan sukarela sebagai golongan pertama sebelum tenaga kesehatan. Hal itu menurut Aa Gym sebagai upaya memberikan rasa percaya kepada warga negara terkait keamanan dan efikasi vaksin.

“Memang bagus vaksin kalau sudah terbukti teruji, supaya masyarakatnya percaya, ya Pak Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, para Menteri, dan para Jenderal yang pemberani itu harus berani divaksin dulu, kalau nanti ingin masyarakat yakin. Nanti barisan kedua mungkin petugas kesehatan,” kata Aa Gym dalam Talkshow dan Sosialisasi Penanganan Covid-19 yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Aa Gym pun menilai, apabila hal itu tidak dilakukan, dan para pejabat tinggi enggan untuk menjadi kelompok pertam yang mendapatkan vaksinasi, maka akan lahir golongan masyarakat yang enggan divaksin. Karena khawatir akan terjadi efek samping dari vaksin China tersebut.

BACA JUGA :  Bantuan Kuota Data Siswa Lanjut, Maya Rumantir Ingatkan Ortu Ketat Awasi Anak

Aa’ Gym mengaku akan bersedia divaksin, asal pemerintah dapat memastikan efikasi, keamanan, dan kehalalan vaksin.

“Dan apabila sudah halal nanti dari BPOM dan MUI, Aa sangat-sangat bersedia, Dengan catatan, vaksin sudah terbukti dan teruji akan membawa kemanfaatan dan menjauhkan dari kebinasaan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih yang menyatakan bahwa dokter-dokter IDI siap menjadi target pertama vaksinasi Covid-19, apabila Presiden Jokowi mau menjadi pionir disuntik vaksin pertama kali.

Dokter-dokter anggota IDI, lanjut Daeng, siap menjadi penerima pertama suntikan vaksin Covid-19 yang penggunaannya sudah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari otoritas BPOM.

“Kalau Bapak Presiden menyampaikan sudah bersiap menjadi bagian yang pertama disuntik, IDI juga bersedia menjadi salah satu yang siap pertama dilakukan penyuntikan,” kata Daeng, Senin (14/12).

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut target vaksinasi 1,2 juta dosis vaksin dari Sinovac yang datang pada Minggu (6/12) lalu bakal diperuntukkan khusus untuk tenaga kesehatan di tujuh provinsi yang meliputi pulau Jawa dan Bali.

Sedangkan program vaksinasi gratis tenaga kesehatan di provinsi lain, hingga vaksinasi mandiri alias berbayar, akan dilaksanakan pada kedatangan vaksin periode selanjutnya yang ditargetkan tiba di Tanah Air dengan jumlah 1,8 juta dosis pada Januari 2021 mendatang.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *