Ada Indikasi Mutasi Virus Corona di Sumbar, Alirman Sori: Warga Tak Perlu Cemas

Alirman Sori; Ketua PPU DPD RI, foto : Klikpositiv
Bagikan:

Penambahan kasus virus Corona (Covid-19) di Sumatera Barat yang cukup signifikan menjadi perhatian Anggota DPD RI Alirman Sori. Pemprov Sumbar pun diminta untuk meningkatkan fasilitas kesehatan untuk menunjang laju kenaikan kasus Corona.

“Per 5 Januari kemarin, Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap ada kenaikan 72 kasus Corona di Sumbar. Ini penambahan yang cukup tinggi dalam sehari dan harus menjadi perhatian serius Pemprov Sumbar,” ujar Alirman Sori yang juga senator Dapil Sumbar, Rabu (5/1/2021).

Dengan penambahan 72 kasus, total warga Sumbar yang terinfeksi Corona per 5 Januari 2021 mencapai 23.785 orang. Sebanyak 21.972 orang atau 92,38 persen dinyatakan sudah sembuh, dan 537 orang meninggal dunia. Sisanya masih menjalani perawatan maupun isolasi.

Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan peningkatan suspek Corona menjadi 308 orang. Sebanyak 100 orang dalam perawatan, dan 208 orang menjalani isolasi mandiri. Alirman pun meminta Pemda mengambil langkah gesit atas peningkatan kasus Corona di Sumbar.

“Fasilitas kesehatan harus ditingkatkan. Pemprov Sumbar dan Pemda yang masuk dalam administratif Sumbar harus memastikan okupansi kamar rawat di rumah sakit,” ucapnya.

Selain itu, Alirman juga mengingatkan agar petugas kesehatan memantau ketat pasien maupun suspek Corona yang melakukan isolasi mandiri. Meski tidak mendapat perawatan di rumah sakit atau tempat isolasi yang disediakan pemerintah, pasien dan suspek Corona harus dipastikan aman kondisinya.

“Seluruh pasien dan suspek Corona menjadi tanggung jawab pemerintah. Meski melakukan isolasi mandiri, kesehatan dan kebutuhan pasien harus terpenuhi,” tegas Alirman.

Ketua Perancang Undang Undang (PPUU) DPD RI ini juga menyoroti soal varian Covid-19 di Sumbar yang diindikasikan lebih cepat menular. Alirman mengatakan, perihal tersebut harus menjadi perhatian serius.

BACA JUGA :  Meniup Makanan dan Minuman Panas Ternyata Berbahaya

“Adanya indikasi varian Covid di Sumbar yang lebih gampang menularkan perlu diantisipasi. Karena indikasi ini cukup memicu kekhawatiran munculnya mutasi virus Corona baru seperti yang terjadi di Inggris,” ungkapnya.

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) diketahui akan melakukan penelitian perkembangan Corona di Sumbar. Unand akan menguji Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap sampel SARS-CoV-2 bulan Januari ini.

Penelitian dilakukan Unand karena dari hasil analisis mereka, penularan virus Corona di Sumbar terjadi sangat cepat. Oleh karena itu, Unand akan mencari tahu apakah ada mutasi atau perubahan dari virus Covid.

“DPD RI memberikan dukungan penuh terhadap penelitian Unand yang akan menguji WGS terhadap sampel SARS-CoV-2 di Sumbar,” kata Alirman.

“Kami berharap pemerintah juga memberikan dukungan terhadap penelitian Unand tersebut. Karena jika hasil uji WGS telah diketahui, maka bisa menjadi rujukan bagi pemerintah untuk menentukan sikap, termasuk langkah pencegahan dan penanganan pandemi Corona ke depan,” imbuhnya.

Meski ada indikasi penularan Corona yang lebih cepat, Alirman meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Apalagi saat ini vaksin Corona sudah terdistribusi di Sumbar dan hanya tinggal menunggu izin dari BPOM sebelum diberikan kepada masyarakat.

“Warga tak perlu cemas, yang paling penting sekarang adalah, semua pihak harus bekerja sama menghadapi pandemi Corona. Kita berharap vaksin bisa cepat diberikan merata kepada masyarakat sehingga muncul herd immunity yang akan mengakhiri pandemi,” tutur Alirman.

Alirman pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid.

“Masyarakat bisa membantu pemerintah mengatasi penyebaran Corona dengan patuh memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan di air mengalir atau memakai hand sanitizer,” tutupnya.

BACA JUGA :  5 Hal Yang Harus Dibersihkan Setelah Ada Yang Sakit di Rumah

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *