Adilla Azis Berharap Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi Terealisasi 2021

Bagikan:

JAKARTA- Anggota Komite II DPD RI Adilla Azis meminta Kementerian Pertanian (Kementan) menambah alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2021 termasuk pupuk organik cair guna memenuhi kebutuhan petani.

Dari laporan Kementerian Pertanian (Kementan) Adilla Azis menyebut, terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 8,9 juta ton.

Bacaan Lainnya

“Kalau targetnya 9 juta ton, lalu ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair, ini realistis. Tapi kita minta bukan sekadar angka-angka semata saja. Bentuk kongkritnya paling penting,” tegas Adilla Azis dalam keterangannya, Jumat (8/1/2021).

BACA JUGA :  Saatnya Petani dan SMK Berkolaborasi, Bustami Zainudin: Melangkah Saja Dulu dari yang Terkecil

Senator asal Jawa Timur ini pun meminta hanya petani yang sudah terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Harapannya lebih banyak petani yang memperoleh pupuk bersubsidi. Maka prioritaskan petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,” terangnya.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Dengan kondisi saat ini, ada baiknya Kementan segera membenahi data dan distribusi di hilir subsidi pupuk. DPD benar-benar awasi terutama di lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa,” ungkanya.

BACA JUGA :  Drone Akan Deteksi Hama Hingga Memupuk Padi, Senator Alex: Kurangi Beban Petani

Untuk diketahui beradasarkan e-RDKK yang diatur Kelompok Tani, petani penerima pupuk bersubsidi adalah petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan dengan lahan paling luas 2 hektare.

“Saya berharap implementasi distribusi pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap. Namun untuk saat ini, belum semua daerah menerakan distribusi pupuk menggunakan Kartu Tani. Ini pekerjaan rumah yang harus tuntas,” timpal Adilla Azis. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *