Ahmad Bastian Apresiasi Ekspor Perikanan Lampung yang Capai Rp 2,3 T

Bagikan:

Bandar Lampung – Nilai eksoor sektor perikanan di Provinsi Lampung pada 2020 mencapai Rp 2,3 triliun. Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Lampung, Ahmad Bastian SY memberikan apresiasi.

“Ini salah satu kabar menggembirakan. Sektor perikanan di Lampung artinya tetap bisa bertumbuh meski di tengah pandemi virus Corona (Covid-19),” ungkap Ahmad Bastian, Selasa (19/1/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut data dari Pemprov Lampung, ekspor ikan di provinsi tersebut naik bila dibandingkan ekspor pada 2019 yang berada di angka Rp 2 T. Kemampuan produksi penangkapan dan bubidaya ikan di Lampung ini diyakini akan mampu terus bertumbuh.

BACA JUGA :  Bupati Terpilih Sabu Raijua Punya e-KTP Meski WNA, Ahmad Bastian Sentil Kemendagri

“Padahal secara kuantitatif produksi perikanan di Lampung saat pandemi belum mengalami peningkatan tapi tetap mampu eksis hingga bisa mengekspor lebih dari tahun 2019,” kata Bastian.

“Saya percaya, jika sektor perikanan terus digenjot, bisa membantu perekonomian daerah yang terdampak akibat pandemi Covid,” tambahnya.

Bastian pun mendorong para pembudidaya ikan di Lampung untuk meningkatkan kuantitas produksi mereka di tahun 2021. Harapannya, perkembangan sektor perikanan di Lampung bisa menambah kesejahteraan masyarakat.

“Lampung mempunyai potensi budidaya perikanan laut yang sangat besar. Lahan untuk budidaya air payau juga potensial untuk pembesaran maupun pembenihan ikan atau udang yang menyebar di pantai timur Lampung dari utara sampai selatan. Selain itu juga di Teluk Lampung, Teluk Semangka, dan pantai barat Lampung,” kata Bastian.

Anggota Komite I DPD RI itu berharap agar Kelompok Usaha Bersama (KUB) perikanan tangkap dan budidaya di Lampung semakin bertambah. Bastian secara khusus mendukung kegiatan usaha budidaya udang di Lampung.

“Lampung merupakan salah satu penghasil udang terbesar di Indonesia. Ini harus ditingkatkan lagi karena udang jadi salah satu produk unggulan ekspor nonmigas Indonesia,” sebutnya.

Meski begitu, Bastian mengajak kelompok usaha dari sektor perikanan untuk mempertimbangkan budidaya selain udang. Salah satu yang memiliki potensi besar yakni budidaya Ikan King Kobia, varietas ikan baru yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung bersama pembudidaya ikan laut di Pesawaran sudah menjadi percontohan budidaya ikan King Kobia di Indonesia. Saya rasa potensi ikan salmon lokalnya orang Indonesia ini bisa semakin ditingkatkan produksinya,” ucap Bastian.

BACA JUGA :  Ahmad Bastian: Santri di Lampung Bisa Kembangkan Jiwa Usaha Melalui NU Mart

Ikan King Kobia ini diharapkan bisa menjadi ikan andalan nasional. Ikan King Kobia juga dikembangkan agar menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya karena biaya produksinya yang terjangkau. Bastian mengingatkan potensi bisnis budidaya ikan King Kobia yang menjanjikan.

“Kualitas ikan King Kobia itu premium dengan daging yang enak dan empuk. Bisa diolah untuk makanan apapun. King Kobia juga mudah dibudidayakan ditambah keunggulannya mengandung EPA dan DHA,” ungkap mantan anggota DPRD Lampung Selatan tersebut.

Menurut KKP, ikan King Kobia memiliki peluang pasar dan preferensi konsumen untuk pasar domestik. Peluang ekspor ikan King Kobia juga masih terbuka luas seperti untuk ke Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan para pembudidaya ikan di Lampung. Dengan semakin bertumbuhnya sektor perikanan, Lampung tak hanya mengandalkan sektor pertanian saja untuk meningkatkan perekonomian daerah,” kata Bastian. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *