Aksi Blusukan Risma Disorot Publik, Pengamat: Pencitraan Lewat Blusukan Sudah Usang

Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan
Bagikan:

Jakarta – Banyak pihak yang menyoroti aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini (Risma) di DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Banyak yang beranggapan bahwa blusukan Risma sebagai scenario politik untuk mendongkrak citra Mensos yang sebelumnya tercoreng akibat kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oleh Mensos sebelumnya, Juliari P Batubara.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyebut, aksi blusukan Risma merupakan manuver mentereng melunturkan popularitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Saya melihatnya begini, PDIP ini partai pemenang pemilu. Nah di DKI ini PDIP menang. Tapi gubernurnya bukan dari PDIP, tapi gubernurnya dari partai lain. Tentu PDIP ini pingin punya pemimpin di DKI karena sebagai ibu kota,” ucap Ujang Komaruddin, Rabu (6/1/2021).

Ujang meyakini, hingga saat ini belum ada sosok di tingkat nasional yang dapat disandingkan dengan popularitas Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu, semakin kentara usai Basuki Tjahaja Purnama kalah dalam Pilkada 2017.

Sosok Risma dinilai sudah sering digadang-gadang untuk menjadi penanding Anies. Hanya saja, ketika jabatannya masih di tingkat wali kota, hal tersebut masih terlalu sulit.

“Misalnya dengan persoalan sampah. tapi Risma tidak sukses, karena jabatannya itu lebih rendah. Saat ini kan jadi Mensos, jabatannya menteri anggap saja lebih tinggi, mulai lagi di sandingkan,” kata Ujang.

Bahkan, lanjut Ujang, bukan tidak mungkin apabila partai PDIP ingin mendorong Risma agar ikut dalam kontestasi politik tingkat nasional di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

BACA JUGA :  Baru Surut, Tiga Dusun di Jombang Kembali Diterjang Banjir

Namun, menurut Ujang, hal itu bergantung pada bagaimana simpati publik yang dapat ditarik melalui manuver-manuver Risma dalam beberapa waktu ke depan nantinya.

Ujang beranggapan bahwa upaya pencitraan lewat cara blusukan sudah usang. Pasalnya, kata dia, masyarakat banyak yang sudah tidak percaya janji yang dilontarkan oleh pejabat publik secara terbuka itu.

“Jadi bisa ramai di medsos, tapi bisa jadi masyarakat tidak simpati gitu loh. Karena tadi, dianggap tokoh-tokoh atau pejabat publik melakukan pencitraan seperti itu,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto membantah Risma hanya melakukan aksi blusukan di Jakarta. Sejak menjabat sebagai Mensos, kata dia, Risma blusukan ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan karakter kepemimpinan Risma ialah turun dan menyapa rakyat khususnya yang miskin, terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil, ‘wong cilik rakyat Marhaen’ di setiap kunjungan ke daerah.

“Risma melakukan blusukan bukan hanya akan di Jakarta. Tapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. Pada akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo untuk bertemu penyandang disabilitas,” kata Hasto

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *