Alexander Fransiscus Imbau Pengusaha yang Terimbas Pandemi Lirik Bisnis Tanaman Hias

Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Bagikan:

JAKARTA – Pandemi virus Corona (Covid-19) memunculkan tren baru di tengah masyarakat, yaitu menanam tanaman hias di rumah. Komite II DPD RI menyoroti tren yang menguntungkan bagi pedagang atau pelaku UMKM.

“Pandemi Corona kan buat masyarakat jadi sering di rumah. Tanaman hias jadi salah satu sarana masyarakat mengisi waktu luang, dan akhirnya berdampak pada usaha pedagang tanaman. Tren ini mendatangkan pundi-pundi uang bagi pelaku bisnis tanaman,” ungkap Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus, Kamis (18/2/2021).

Bukan hanya pedagang tanaman hias saja yang memperoleh untung. Petani tanaman hias hingga penjual pot tanaman juga memperoleh dampak dari tren yang sedang menjamur di seluruh Indonesia ini. Alexander menilai, peluang ini harus dimanfaatkan para pelaku usaha.

“Fenomena tanaman hias ini harus dimanfaatkan warga ya. Misalnya pedagang yang bangkrut imbas pandemi, mungkin bisa beralih menjual tanaman hias dan perlengkapannya,” tutur anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Bangka Belitung itu.

Tren tanaman hias bahkan menguntungkan para perajin gerabah, salah satunya di Kabupaten Blitar. Akibat tren tanaman hias, usaha perajin gerabah di Blitar justru melesat hingga 100% di tengah pandemi Corona.

“Keuntungannya luar biasa kan. Di saat sektor usaha lain banyak yang terdampak, usaha tanaman hias justru jadi primadona. Peluang besar untuk pelaku UMKM,” kata Alexander.

“Pelaku UMKM tanaman hias, gerabah maupun pot dengan media lainnya sekarang kebanjiran order. Ini juga jadi peluang besar ya bagi pelaku bisnis ultra mikro yang modalnya sedikit,” sambung salah satu senator muda itu.

Komite II DPD RI yang membidangi urusan pertanian dan ekonomi kerakyatan itu mendorong pemerintah daerah mendukung usaha tanaman hias. Pembinaan kepada petani untuk mengembangkan tanaman hias juga perlu ditingkatkan.

BACA JUGA :  Keterlibatan Oknum TNI Diperdalam, DPR Tekankan Keadilan dalam Kasus Hukum Intan Jaya

“Pemda melalui Dinas Koperasi dan UKM bisa memfasilitasi pameran atau bursa tanaman hias. Saya yakin reaksi pasar akan sangat besar. Ini akan meningkatkan penghasilan pelaku bisnis tanaman hias,” ucap Alexander.

“Dinas Koperasi dan UKM bisa bekerja sama dengan Dinas Pertanian memberikan pendampingan melalui pelatihan-pelatihan bisnis kepada UMKM mengenai tren tanaman hias ini. Dinas Pertanian juga tentunya harus membantu petani mengembangkan budi daya tanaman hias di daerahnya masing,” sambungnya.

Dengan berkembangnya bisnis tanaman hias di daerah, Alexander yakin kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Apalagi tidak sedikit masyarakat menengah ke atas yang berani mengeluarkan kocek besar untuk membeli tanaman hias.

“Tanaman hias sekarang juga bukan lagi soal selera tapi prestige sosial. Banyak masyarakat dari kelompok mampu yang akan beli tanaman hias dengan harga mahal. Jadi peluang pasar tren tanaman hias ini luas, dari masyarakat kecil sampai kalangan kaya,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, menjamurnya usaha tanaman hias akan memberi dampak positif terhadap ekonomi daerah. “Tren tanaman hias bisa membantu percepatan ekonomi daerah. Kami mendorong agar Pemda mengambil kesempatan pada hobi masyarakat yang sedang menjadi fenomena saat pandemi ini,” imbaunya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Mantan Ketum PSSI itu meminta pemda mendorong perluasan usaha di bidang tanaman hias.

“Beri perlindungan kepada pelaku usaha tanaman hias agar bisnisnya berkembang sehingga akan turut berpartisipasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata LaNyalla. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *