Alexander Fransiscus Soroti 2 Daerah di Babel yang Masuk Daftar Zona Merah

Bagikan:

Pangkalpinang– Dua daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masuk dalam daftar zona risiko tinggi virus Corona (Covid-19). Anggota DPD RI Dapil Babel Alexander Fransiscus mengingatkan warga untuk benar-benar disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Banyaknya tambahan kasus Corona di Babel membuat 2 daerah jadi zona merah. Ini menandakan lonjakan kasus Corona terjadi di Babel,” ungkap Alexander Fransiscus, Kamis (14/1/2021).

Per hari ini, ada tambahan 62 kasus Corona di Babel. Total kasus Corona di Babel hingga 14 Januari ada sebanyak 3.282 orang.

Menurut Satgas Penanganan Covid-19 Babel, lonjakan kasus di provinsi ini terjadi lantaran transmisi lokal. Alexander menyebut perlunya kesadaran masyarakat untuk bisa membantu memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Transmisi lokal terjadi karena masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan. Di Babel juga sekarang makin banyak kerumunan terjadi,” ucapnya.

“Masyarakat harus menumbuhkan kesadaran diri dengan bijaksana dalam bersikap. Saya tak bosannya mengimbau agar masyarakat disiplin protokol kesehatan. Tak usah keluar rumah bila tidak benar-benar penting. Hindari kerumunan dan taat 3M,” sambung Alexander.

Anggota Komite II DPD RI ini meminta Pemerintah Daerah untuk tegas menerapkan protokol kesehatan kepada warga. Alexander mengatakan, pemda jangan ragu memberikan sanksi bagi pelanggar prokes Covid-19.

“Pemda harus tegas memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Kalau kasus Corona terus meningkat, zona merah di Babel bisa semakin banyak. Ini yang harus dihindari,” sebut senator muda itu.

Baik Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot diminta untuk mempersiapkan tambahan lokasi karantina pasien Covid, menyusul semakin meningkatnya kasus Corona. Selain itu, fasilitas kesehatan di Babel juga harus dipastikan memadai sehingga bisa melayani seluruh masyarakat.

BACA JUGA :  Sampah dan Reboisasi Jadi Isu Lingkungan Terhot Minggu Ini

“Jangan sampai masyarakat kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Kewajiban pemerintah untuk memberi pelayanan terbaik bagi warganya,” pungkas Alexander. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *