Ambulans Los Angeles Tolak Pasien dengan Kemungkinan Hidup Rendah

los angeles coronavirus public health sumber: IJS Media Network
Bagikan:

Jakarta – Lonjakan kasus baru Covid-19 di Los Angeles, California, Amerika Serikat membuat kota tersebut kehabisan kru ambulans.

Dikutip Russia Today, Layanan Medis Darurat Wilayah Los Angeles bahkan mengimbau kepada kru agar tidak melayani pasien yang kemungkinan hidupnya rendah, Kamis (7/1/21).

Bacaan Lainnya

“Pasien dewasa yang mengalami henti jantung traumatis tumpul dan nontraumatik di luar rumah sakit tidak boleh dipindahkan jika pertolongan pertama di lapangan tidak berhasil,” tulis memo tersebut, Senin (4/1/7).

Kebijakan tersebut berlaku untuk semua jenis pasien, mulai dari yang mengalami serangan jantung atau stroke hingga korban kecelakaan.

Pasien dalam henti jantung traumatis yang memenuhi kriteria tertentu, seperti tidak ada kembalinya sikurlasi spontan atau ritme yang dapat dipacu dan diidentifikasi selama upaya resusitasi.

BACA JUGA :  Secara Tiba-tiba, Trump Cabut Pembatasan Perjalanan Terkait Covid-19

Sementara itu, pasien dengan serangan jantung non-traumatic, upaya resusitasi di tempat harus dilakukan selama 20 menit atau hingga tidak dapat terselamatkan.

EMS juga memerintahkan pembatasan baru mengenai berapa banyak oksigen yang dapat diberikan kepada pasien dalam berbagai situasi.

“EMS seharusnya hanya memberikan oksigen tambahan kepada pasien dengan saturasi oksigen di bawah 90 persen.” tambahnya.

Menurut data kesehatan Los Angeles County, hampir 11.000 kematian akibat Covid-19 dan 7.700 pasien dirawat akibat virus tersebut.

Pemerintah setempat mengatakan jika angka kematian menyentuh 1.000 orang per minggunya dan dapat terus meningkat.

Pada pekan ini tercatat sudah 262 korban meninggal dunia. Total sudah 800.000 kematian mulai dari November 2020 hingga 2 Januari 2021.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *