Amnesty International Minta Hasil Investigasi Komnas HAM Terkait Kematian FPI Ditindaklanjuti

Demo Massa FPI di Jakarta pada 10 November 2014. Foto; AFP-ADEK BERRY
Demo Massa FPI di Jakarta pada 10 November 2014. (Foto: AFP-ADEK BERRY)
Bagikan:

Jakarta – Amnesty International Indonesia meyakini, enam anggota laskar FPI yang tewas adalah korban pembunuhan oleh pihak kepolisian.

“Kami menilai, enam anggota FPI tewas akibat korban pembunuhan di luar proses hukum aparat keamanan. Hal itu kami simpulkan usai mendapatkan temuan penyelidikan dari Komnas HAM,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International melalui siaran pers, Jumat (8/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, meski enam anggota laskar FPI tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum, namun mereka tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu.

Menurutnya, enam anggota laskar FPI itu tetap memiliki hak ditangkap dan dibawa ke persidangan. Hal itu bertujuan untuk mendapat peradilan yang adil demi pembuktian.

“Apakah tuduhan tersebut benar atau tidak, seharusnya aparat keamanan membawa ke persidangan. Mereka tidak berhak menjadi hakim sendiri. Mereka tidak boleh memutuskan mengambil nyawa warga begitu saja. Dengan peristiwa ini, kami menganggap kasus tersebut merupakan tindakan extrajudicial killings

Oleh karena itu, Usman meminta, hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera ditindaklanjuti. Hal ini dapat memastikan proses akuntabilitas.

Tidak hanya itu, Usman menginginkan anggota yang diduga terlibat dalam tindakan extrajudicial killing tersebut harus dibawa ke pengadilan pidana secara terbuka.

“Mereka harus dibawa ke pengadilan terbuka dengan memperhatikan prinsip fair trial dan tanpa menerapkan hukuman mati,” jelasnya.

BACA JUGA :  Samakan Pemakaman Covid-19 Dengan Penguburan Anjing, Anggota DPRD Bantul Bakal Diminta Klarifikasi

Sementara itu, Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam menemukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kematian enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Ia mengungkapkan ada indikasi unlawfull killing terhadap empat orang anggota FPI.

Ia menyatakan, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui terdapat enam orang anggota FPI yang meninggal dalam dua konteks yang berbeda.

“Ada dua anggota FPI tewas ditembak usai terlibat peristiwa saling serempet antara mobil yang digunakan dengan mobil polisi.

Anam menambahkan, penembakan terhadap dua anggota FPI itu terjadi usai dua mobil saling serempet dan saling serang antara petugas dan anggota FPI

Sedangkan, empat orang FPI lainnya yang masih hidup dibawa polisi. Empat anggota FPI diduga ditembak mati dalam mobil petugas ketika dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, mengungkapkan anggota FPI diduga lebih dulu berupaya melawan petugas polisi. Merasa terancam keselamatan hidupnya, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dan terukur.

Empat orang yang ditembak dalam satu waktu merupakan upaya polisi untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa. Ini merupakan indikasi adanya tindakan extra judicial killing terhadap empat Laskar FPI,” ungkap Anam.

BACA JUGA :  Evakuasi Trigana Air Tuntas, Aktivitas Bandara Halim Kembali Normal

Dilansir dari Majalah Tempo Edisi 14-20 Desember 2020, ada 19 Lubang Tembakan di enam tubuh anggota FPI.

Sementara itu, Ade Firmansyah, dokter ahli forensik dari RSCM menjelaskan, salah satu ciri luka tembak jarak dekat ialah tanda berwarna hitam pada bagian tubuh. Luka itu terbentuk karena mesiu yang menempel di kulit.

1. Andi Oktavian, 33 tahun

– Bengkak dan lebam pipi bagian kiri.

– Luka tembak di mata kiri.

– Tiga luka tembak di dada bagian kiri.

– Kulit bagian punggung melepuh.

– Lecet di bagian kepala sekitar 5 CM.

– Kulit bagian pantat melepuh.

2. Faiz Ahmad Syukur, 22 tahun

– Lebam di bagian kening.

– Dua luka tembak di dada kiri (satu diatas puting, satu di bawah puting). Ada warna kehitaman di luka tembak.

– Jahitan di bagian leher.

– Luka tembak di paha kanan.

– Luka tembak di tangan kiri.

3. Muhammad Reza, 20 tahun

– Pipi dan kening bengkak lebam dan menghitam.

– Tangan kiri melepuh.

– Darah masih keluar dari bekas luka bagian belakang.

– Kemaluan bengkak dan melepuh.

4. Muhammad Suci Khadavi, 21 tahun

– Lebam mata kiri.

– Tiga luka tembak di dada kiri (satu diatas puting, dua di bawah puting).

5. Lutfi Hakim, 25 tahun

– Hampir semua kulit belakang melepuh.

– Empat luka tembak berdekatan di dada kiri. Bekas lubang menghitam.

– Kemaluan bengkak dan melepuh.

6. Ahmad Sofiyan alias Ambon, 26 tahun

– Dua luka tembak di dada kiri.

– Kemaluan bengkak dan melepuh.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *