Anak 11 Tahun Laporkan Pencabulan oleh Ayah Tiri, Sudah Dua Tahun Jadi Korban

Polres Metro Jakarta Barat saat menunjukan barang bukti dari tersangka pencabulan anak, Kamis 14 Januari 2021. (Dok. Polres Jakarta Barat)
Bagikan:

Jakarta – Seorang anak berusia 11 tahun berinisial ASK, melaporkan kasus pencabulan yang dialami oleh dirinya sendiri kepada ibu kandungnya. Adapun pelaku pencabulan merupakan ayah tiri korban berinisial RDP (40). Mendengar hal itu, ibu kandung korban pun meneruskan ceirta anaknya kepada ayah kandung korban, yang kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Barat.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengungkapkan, korban pertama kali berani mengadukan apa yang dialaminya tersebut kepada ibu kandungnya setelah menonton banyak pemberitaan mengenai penangkapan pelaku pada kasus yang mirip seperti dirinya.

“Jadi dengan melihat pemberitaan itu, dia mengetahui itu melanggar pidana, lalu disampaikan ke orangtuanya dan ayahnya melapor ke Polres Jakarta Barat,” ujar Ady di hadapan wartawan, Kamis (14/1/2021).

BACA JUGA :  Ditangkap Bawa Narkoba, Residivis Ini Mengaku Butuh Modal Nikah

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi pun bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumahnya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi mendapati fakta bahwa pelaku sudah melakukan aksi bejatnya selama dua tahun, yakni sejak 2018. Selama dua tahun, pelaku sudah lima kali mencabuli anaknya.

Semula korban takut menceritakan perbuatan ayah tirinya tersebut karena mendapat ancaman. Selama dua tahun itu pula ASK memendam sendiri ketakutan dan traumanya.

Ady pun menuturkan, pelaku melakukan aksinya di rumah mereka saat ibu korban sedang tidak berada di rumah karena bekerja atau ketika ibu korban sedang tidur.

“RDP disangkakan pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadaffi menyebut, media sangat berperan dalam terungkapnya kasus ini.

“Karena setelah korban mengetahui adanya pemberitaan mengenai kasus pencabulan, baik dari media sosial maupun media elektronik kemudian korban memberanikan diri untuk melaporkan atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Sebegai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

PP tersebut merupakan peraturan turunan dari Pasal 81A ayat 4 dan Pasal 82A ayat 3 Undang-undang No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Dalam Pasal 2 ayat 1 PP Nomor 70 tahun 2020 mengatur pelaku persetubuhan terhadap anak yang telah memiliki kekuatan hukum tetap bisa dikenakan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Hi! I understand this is sort of off-topic however I had to ask.

    Does operating a well-established website like yours take a large amount
    of work? I’m completely new to writing a blog but I
    do write in my journal daily. I’d like to start a
    blog so I can share my experience and thoughts online.
    Please let me know if you have any ideas or tips for brand new aspiring bloggers.
    Appreciate it!