Polisi Amankan Ayah Tiri Cabuli Anak di Bawah Umur Lima kali di Lampung

Ilustrasi-pencabulan.-SMC
Bagikan:

Lampung – Polisi meringkus SD (34), seorang pria yang mencabuli anak tirinya sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya sendiri di Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung pada Senin (4/1/2021). Tersangka tidak melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Berdasarkan keterangan dari istri pelaku, SD melakukan aksi bejatnya setiap sore, sekitar pukul 16.05 WIB,” ungkap Kapolsek Dente Teladas, AKP Rohmadi, Selasa (5/1/2020).

Setelah melakukan pemeriksaan, Rohmadi menyebut pihaknya mendapatkan informasi bahwa pelaku sudah mencabuli anak tirinya, A (10) sebanyak lima kali sejak Maret hingga Desember 2020. Secara rinci, ia menyebut pelaku melakukannya pada bulan Maret sebanyak dua kali, Oktober satu kali, dan Desember sebanyak dua kali.

BACA JUGA :  Sering Mandikan Siswa, Awal DF Cabuli Puluhan Murid di Sekolah Taruna Papua

Perbuatan SD baru terungkap saat ibu korban mendengar anaknya mengeluh sakit pada bagian perut. Merasa curiga, ibu korban pun bertanya. Dari korban, sang ibu mengetahui kalau ia sakit karena menjadi korban pencabulan ayah tirinya.

“Mendengar pengakuan anaknya, ibu korban langsung naik pitam dan melapor ke Mapolsek Dente Teladas pada Minggu siang tanggal 3 Januari 2021,” imbuh Rohmadi.

Sementara berdasarkan kronologinya, Rohmadi menyebut tersangka pertama kali berencana melakukan aksinya dengan meminta anak tirinya untuk mandi. Pelaku pun langsung melakukan aksinya saat korban sedang berganti baju di kamarnya. SD seketika menyelinap masuk ke kamar yang tidak memiliki pintu permanen tersebut dan langsung menyetubuhi korban.

“Karena kalah fisik, korban tidak bisa melawan. Ditambah pelaku mengancam jika korban tidak menurut,” papar Rohmadi.

Kini pelaku pun dijerat Pasal 81 Ayat 3 Jo Pasal 76D UU RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. SD terancam hukuman penjara paling ringan 6,6 tahun dan paling berat 20 tahun. Pelaku juga diwajibkan membayar denda paling banyak Rp6,6 miliar. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *