Anak Laporkan Ibu ke Polisi, Ini Kata Ayahnya

Ilustrasi tersangka wanita. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Beberapa waktu lalu santer pemberitaan mengenai A (19), seorang anak di Demak yang melaporkan ibunya, S (36) karena permasalahan pakaian yang dibuang. Menanggapi hal tersebut, sang ayah dari A, KR (41) akhirnya buka suara. Ia mengatakan, alasan anaknya enggan mencabut laporan kepada ibunya bukan karena permasalahan pakaian yang dibuang, tapi karena alasan lain.

“Jadi kronologi sebenarnya bukan dari perkara pakaian seperti yang diberitakan di media. Bermula dari perselingkuhan istri saya. Hal tersebut saya lihat dengan mata saya sendiri,” kisah KR saat dikonfirmasi, Minggu (10/11/2021).

Bacaan Lainnya

Sejak saat itu, KR mengaku bahwa hubungannya bersama S tidak lagi harmonis. Begitu juga dengan hubungan S dan ketiga anaknya, termasuk A. Pasalnya, ketiga anaknya juga mengetahui perselingkuhan S dengan seorang pria berinisial W.

BACA JUGA :  Pria Ini Ditangkap Setelah Jual Dua Motor Milik Orang Lain untuk Judi

Bahkan, menurut KR, S sampai sempat mengancam A agar tidak mengatakan kepada siapa pun kalau ibunya sudah tinggal dengan pria selingkuhannya. Namun, A tetap menceritakan perselingkuhan tersebut kepada ayahnya.

“Perselingkuhan itu sering dilakukan di hotel Kediri, Bandungan sejak April – Agustus 2020. Bahkan mereka saat di kamar itu dengan anak saya yang kecil. Sementara anak saya nomor 1 dan 2 ada di kamar sebelahnya, orang tua macam apa itu,” keluh KR.

KR pun mengajukan gugatan cerai pada September 2020 ke Pengadilan Agama Demak, namun putusan resmi cerai keduanya baru keluar pada 7 Januari 2021. Karena itu, KR menegaskan bahwa peristiwa penganiayaan yang dilaporkan anaknya terjadi saat status ia dan mantan istrinya belum bercerai.

Saat hubungan KR dan S tidak lagi harmonis, A memilih tinggal di rumah neneknya, sekaligus rumah ayahnya yang terletak di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung. Sudah lama tak tinggal bersama ibunya, sampai akhirnya pada 21 Agustus 2020, KR menemani anaknya itu mengambil baju di rumah ibunya.

Tapi, imbuh KR, ibunya justru memarahi A hingga menyebut anaknya itu sebagai anak durhaka. Dan saat S mengatakan kalau dia sudah membuang semua pakaian A, anaknya itu hanya diam. Karena tidak menemukan apa yang dicari, A bergegas ke luar rumah. Tapi ternyata S mengejarnya dan menarik kerudungnya sampai menjambak rambut A. Hal itu membuat A mundur beberapa langkah.

Bahkan, menurut kesaksian KR, S juga mencakar A hingga menyebabkan pelipis kiri dan hidungnya terluka. Karena sampai dilukai ibunya, A pun melapor ke Polres Demak atas kasus penganiayaan. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *