Anak Masih Balita, Jadi Pertimbangan JPU Ringkankan Tuntutan ke Jaksa Pinangki

Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Bagikan:

Jakarta – Pinangki Sirna Malasari, terdakwa kasus suap Djoko Tjandra telah dituntut 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa menilai Pinangki telah terbukti bersalah atas perkara suap, pencucian uang, dan pemufakatan jahat.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pidana penjara 4 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” ucap Jaksa Yanuar Utomo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/1/2021).

Ada beberapa pertimbangan yang membuat JPU hanya menuntut 4 tahun penjara Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejaksaan Agung itu. Beberapa di antaranya yaitu penyesalan yang pernah disampaikan Pinangki saat proses pemeriksaan dirinya pada Rabu lalu (6/1/2021).

“Mohon belas kasihan Yang Mulia agar kiranya bisa memutuskan belas kasihan. Anak saya masih empat tahun. Bapak saya sakit. Saya menyesal. Saya berjanji tidak akan dekat-dekat lagi kaya begini lagi. Saya mau jadi ibu rumah tangga sajha kalau saya sudah selesai,” ucapnya kala itu.

BACA JUGA :  Polres Depok Gagalkan Pelajar Hendak Tawuran

Pinangki mengaku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ia merasa hidupnya sudah tidak memiliki arti lagi sejak terjerat kasus yang menimpanya saat ini.

Upaya Pinangki meminta belas kasih dari JPU agaknya berhasil. Sebab saat membacakan tuntutan, salah satu hal yang juga disebut Jaksa Yanuar Utomo meringankan hukumannya karena Pinangki masih memiliki anak balita.

Sementara, hal yang memberatkan Pinangki ialah statusnya sebagai aparat penegak hukum yang semestinya mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun yang terjadi justru ia yang melakukan hal-hal terlarang itu.

Setelah pembacaan tuntutan JPU, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pun menjadwalkan sidang selanjutnya untuk pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa pada pekan depan, Senin (18/1/2021).

“Terdakwa diberi waktu satu pekan untuk membuat pledoi, sidang akan dilanjutkan kembali pada Senin, ” ucap Ketua Majelis Hakim Ignasius Eko Purwanto. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *