Angelius Wake Kako Minta Kemenhub Pastikan Distribusi Kebutuhan Pokok di NTT Aman

Angelius Wake Kako (Foto Istimewa)
Angelius Wake Kako (Foto Istimewa)
Bagikan:

Anggota DPD RI Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako menyoroti soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali. Ia berharap agar kebijakan PSBB Jawa-Bali tidak berdampak pada distribusi barang dan jasa ke NTT.

“Kebijakan PSBB Jawa-Bali kami harapkan tidak akan berpengaruh pada distribusi barang dan jasa dari dan ke NTT,” ujar Angelius Wake Kako, Kamis (7/1/2021).

Menurut Angelius, masyarakat NTT akan dirugikan apabila PSBB Jawa-Bali mempengaruhi distribusi di provinsi tersebut. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk memberikan solusi terbaik mengingat pergerakan ekonomi NTT masih menggantungkan diri kepada Pulau Bali dan Pulau Jawa.

“Semoga ada cara terbaik agar bisa menghindari dampak PSBB Jawa-Bali terhadap NTT,” ujar Angelius.

Anggota Komite II DPD RI yang salah satu tugasnya membidangi urusan perhubungan ini meminta Kementerian Perhubungan tetap memprioritaskan pasokan kebutuhan pokok masyarakat NTT, meski ada pembatasan di Bali dan Jawa. Angelius mengatakan, harus ada kebijakan khusus bagi NTT.

“NTT merupakan provinsi kepulauan yang sangat membutuhkan transportasi baik darat, laut, dan udara. Kami minta PSBB di Jawa-Bali tidak membatasi pergerakan di NTT, khususnya untuk kebutuhan pokok,” papar salah satu senator muda ini.

Pemprov NTT menyatakan PSBB di Pulau Jawa-Bali akan berdampak pada pergerakan perekonomian di NTT. Mengantisipasi masalah ini, Pemda diminta untuk melakukan inovasi agar perekonomian NTT tidak semakin terkena imbas pandemi virus Corona (Covid-19).

“Perekonomian NTT pasti terganggu dengan adanya PSBB Bali-Jawa karena pergerakan orang akan jauh berkurang,” kata Angelius.

“Pemerintah Daerah harus mencari peluang lain agar ekonomi NTT tidak mengalami kontraksi terlalu keras,” sambungnya.

Salah satu yang terdampak akibat pandemi Corona di NTT adalah sektor pariwisata. Pemda di NTT diharapkan bisa menggenjot sektor lain untuk meningkatkan perekonomian daerah, seperti melalui sektor sumber daya alam (SDA).

BACA JUGA :  Sentil Jokowi, Pengamat Sebut Kebijakan PPKM Setengah Hati

“SDA NTT sangat melimpah dan dapat dimaksimalkan untuk cadangan. Memang membutuhkan kerja keras, tapi setelah normal cadangan sumberdaya mineral NTT pasti akan mampu menopang perekonomian,” imbau Angelius. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *