Anggaran Penanganan Banjir Pangkalpinang Capai Rp 40 M, Ini Kata Senator Alexander

Bagikan:

Pangkalpinang – Pemkot Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk penanganan banjir. Anggota DPD RI dari Dapil Babel, Alexander Fransiscus meminta pemerintah menggunakan anggaran secara optimal.

“Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus optimal dengan alokasi anggaran Rp 40 M yang cukup besar untuk penanganan banjir,” ujar Alexander Fransiscus, Selasa (19/1/2021).

Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas Pemkot Pangkalpinang untuk tahun anggaran 2021. Ada beberapa program yang dilakukan, seperti normalisasi sungai dan normalisasi saluran. Pemkot juga akan membeli pompa portable untuk penanganan banjir.

Alexander menyambut baik langkah Pemkot karena masalah banjir masih menjadi momok di Pangkalpinang setiap musim hujan. Hanya saja, Pemkot diingatkan agar penanganan banjir benar-benar dipikirkan sejak langkah antisipasinya.

“Masalah banjir tidak bisa hanya ditangani setelah terjadi atau hanya menangani korban bencana dengan memberikan santunan atau perbaikan sarana prasarana yang terdampak, tetapi harus diselesaikan dari hulu hingga ke hilir,” ucap Alexander.

Untuk itu, Pemkot diminta untuk membuat kebijakan yang mendukung upaya pencegahan banjir. Dengan begitu, kata Bastian, program mengatasi banjir bisa berjalan dengan maksimal.

“Pemkot harus melakukan kerja efektif, dengan anggaran yang difokuskan untuk penanganan banjir, tapi sekaligus juga berfokus pada program pencegahan,” ucap anggota Komite II DPD RI itu.

Menurut Alexander, program penanganan banjir juga harus berjalan beriringan dengan program-program terkait lingkungan hidup dan tata ruang. Dengan begitu, program tidak ada yang berbenturan satu sama lain.

“Supaya anggaran tidak menjadi tumpang tindih dengan program Pemkot lainnya. Kita juga berharap anggaran besar ini bisa betul-betul menyelesaikan masalah banjir di Pangkalpinang,” ucap Alexander.

BACA JUGA :  Minim Sarana dan Prokes, Dokter di Sulteng Tolak Tangani Pasien Corona, LaNyalla: Segera Perbaiki

Salah satu senator muda ini juga mengingatkan pentingnya memetakan permasalahan banjir di Pangkalpinang melalui penelitian mendalam. Alexander mengatakan, dana Rp 40 M itu harus betul-betul menyelesaikann masalah banjir di Pangkalpinang.

“Sebaiknya diketahui akar masalah dari banjir di Pangkalpinang. Apakah dari masalah lingkungan atau dari infrastruktur. Dengan penelitian yang mendalam, maka bisa ditemukan solusi sebaik mungkin,” tuturnya.

Alexander pun mengimbau perlunya ada kebijakan khusus terkait penanggulangan bencana. Selain untuk penanganan banjir, aturan tersebut bisa berguna sebagai penanggulangan setiap bencana yang ada di Pangkalpinang.

“Memang cukup penting bila ada Perda khusus terkait penanganan kebencanaan agar penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan cara yang terukur dan sistematis,” pungkas Alexander. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *