Anggaran Pendidikan Keagamaan Minim, Jangan Beratkan Orangtua Murid

Bagikan:

JAKARTA – Pendidikan berbasis keagamaan dengan berbagai bentuk lembaga pendidikannya seperti pesantren dan madrasah sangat mendukung pemerintah dalam mencetak para generasi cerdas berakhlak mulia dan bermoral tinggi. Namun masih minimnya anggaran pemerintah untuk pendidikan keagamaan ini membuat gusar H. Sungkono, anggota komisi VIII DPR RI.

“Ketimpangan anggaran pendidikan yang dikelola Kemendikbud dan Kemenag ini harus dicarikan solusi oleh Kementerian Keuangan, juga Kementerian Agama. Sebenarnya sangat disayangkan adanya ketidakadilan ini, padahal kontribusinya terhadap dunia pendidikan juga sama besar,” jelas anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur ini.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Usai Divaksin Kedua Kalinya, Jokowi: Sama Seperti Dua Pekan Lalu

Anggaran pendidikan sebesar Rp550 triliun pada tahun 2021, namun anggaran pendidikan keagamaan di Kemenag hanya Rp55,9 trilyun. Postur anggaran yang kurang adil ini pasti saja berdampak besar dari kualitas dan kuantitas pendidikan di pesantren dan madrasah, swasta maupun negeri.

“Dengan jumlah minim dan harus dibagi secara adil dan merata ke semua lembaga pendidikan, madrasah dan pesantren ya berat. Pastinya banyak program-program pendidikan yang tak bisa dijalankan dengan baik. Saya berharap ada revisi dari kementerian terkait agar anggaran yang dikelola Kemenag ini bertambah,” jelas anggota PAN ini.

Permasalahan ketimpangan anggaran ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun H Sungkono heran kenapa pemerintah tidak peka dan kurang mengakomodir kebutuhan lembaga pendidikan ini.

BACA JUGA :  Proyek Food Estate Disebut Gagal, Mentan Membela

“Pendidikan di lingkungan Kemenag ini hanya mendapat suntikan dana dari para orangtua murid. Jadi hanya dari pusat dan orang tua siswa. Beda pendidikan di lingkungan Kemdikbud. Ada dana dari pusat, yang jumlahnya lebih besar dibanding Kemenag, tapi dapat dana bantuan juga dari Pemerintah daerah,” jelasnya.

Di tengah pandemi yang masih melanda, tantangan lembaga pendidikan di bawah Kemenag juga sama halnya dengan yang di bawah Kemendikbud. Pembelajaran masih secara daring sedangkan banyak lembaga pendidikan seperti pesantren yang masih konvensional, sehingga sangat perlu dana yang lebih.

“Kemenag harus cermat dalam memperhatikan lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah ini. Jangan sampai memberatkan orangtua murid, meski ketimpangan anggaran negara jelas terlihat,” pungkasnya. (ijs/wik)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *