Anggota DPR Muslim Minta Kementan Stabilkan Harga Cabai yang Meroket

MUSLIM, SHI.MM / Lintas Gayo
Bagikan:

Harga cabai di pasaran meroket sejak pertengahan Desember 2020. Anggota Komisi IV DPR RI Muslim meminta Kementerian Pertanian (Kementan) segera menstabilkan harga komoditas itu.

“Harga cabai merangkak naik sejak menjelang libur panjang akhir tahun. Kementan harus segera mengambil langkah agar harga-harga kebutuhan pokok bisa kembali stabil,” ujar Muslim dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2021).

Harga sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan karena melonjaknya permintaan jelang libur panjang Natal dan pergantian tahun. Meski begitu, Muslim menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok tidak bisa dibiarkan terjadi berkepanjangan.

BACA JUGA :  Industri Kelapa Sawit Tetap Eksis Saat Pandemi, Ria Mayang Sari: Bisa Bantu Ekonomi Daerah

“Jika dibiarkan terus, kasihan masyarakat dan pedagang kecil. Kenaikan harga cabai harus segera diatasi,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Harga cabai merah keriting dan cabai merah besar merangkak naik hingga tembus Rp 70.000/kg. Harga cabai-cabaian lainnya pun ikut naik, seperti cabai rawit merah Rp 55.000/kg dan cabai rawit hijau Rp 45.000/kg. Padahal harga standar cabai ada di kisaran Rp 25.000-40.000.

“Kementan sudah sempat menggelar operasi pasar terbatas untuk mengatasi kenaikan harga cabai. Semoga harga-harga bisa kembali turun setelah momen pergantian tahun,” terang Muslim.

BACA JUGA :  Orangtua Lalai Berujung Maut, Bocah 14 Tahun Tabrak 8 Motor di Bantul

Tingginya harga cabai dikarenakan pasokan yang sedikit berkurang. Menurut Muslim, pemerintah bisa menyiasati dengan mendorong distribusi dari daerah panen ke wilayah yang kekurangan stok.

“Kita harus bisa pastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh II itu.

Muslim pun mengharapkan stok kebutuhan pokok masyarakat aman. Dengan begitu, tak perlu ada kekhawatiran kurangnya ketersediaan pangan nasional.

“Jangan lagi menambah beban masyarakat yang sudah merasakan beratnya kehidupan di tengah pandemi Corona,” tutup Muslim.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *