Anggota DPR RI Minta Kemenkominfo Bangun BTS di Perbatasan

Dave Laksono Anggota DPR RI. (Foto: istimewa)
Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mempercepat pembangunan Base Transceiver Station (BTS) baik di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) maupun daerah Non-3T. Infrastruktur tersebut dibutuhkan di tengah kondisi pandemi dalam menunjang pendidikan, juga untuk mempercepat transformasi digital nasional.

“Pembangunan menara BTS ini sangat mendesak. Apalagi saat pandemi yang melanda seluruh wilayah Indonesia. Masih ada kesulitan di sektor pendidikan, misalnya untuk pembelajaran jarak jauh, ada yang belum bisa dilakukan karena jaringan telekomunikasi belum tersedia,” jelas Dave, Kamis (4/2/2021.

Kebutuhan akan telekomunikasi dan internet, kata Dave, sangat massif sekarang ini. Makanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi sangat dibutuhkan karena sejauh ini belum mencukupi dan masih banyak desa-desa yang belum terlayani.

Dari 83.218 desa/kelurahan di Indonesia, masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum mendapatkan layanan akses sinyal 4G. Terdiri dari 9.113 desa/kelurahan dalam wilayah 3T dan 3.435 desa/kelurahan masuk dalam wilayah Non-3T. Sedangkan masih tersisa 7.904 desa/kelurahan yang sama sekali belum mendapatkan akses layanan 4G.

“Artinya ada yang perlu diupgrade dari teknologi 2G atau 3G ke teknologi 4G. Lalu desa atau kelurahan yang belum dapat layanan sama sekali perlu segera dilakukan pembangunan BTS-nya,” lanjut Dave.

Pemerataan akses internet ke seluruh penjuru Indonesia, bagi Dave adalah sebuah keniscayaan. Di era teknologi digital ini semua perlu layanan tersebut. Apalagi Presiden Joko Widodo meminta agar Kominfo melakukan transformasi digital secara cepat. Salah satu cara percepatan transformasi digital nasional tersebut adalah mempercepat pembangunan BTS.

Selain berguna bagi sektor pendidikan dan ekonomi, pembangunan BTS dibutuhkan bagi pertahanan negara. Dengan layanan telekomunikasi yang bagus, informasi dari daerah terluar bisa segera sampai. Paling tidak, menurut Dave, para prajurit TNI di perbatasan mudah melakukan komunikasi, baik dengan pos lainnya atau dengan masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Babel Kini Nihil Zona Merah, Senator Alex: Hasil Positif Program Penanganan Corona

“Saya sepakat untuk kepentingan pertahanan pembangunan BTS sebaiknya diprioritaskan di Kalimantan yang dekat dengan Malaysia, Papua dengan Papua Nugini dan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste,” lanjutnya.

Sementara itu Kementerian Kominfo berkolaborasi bersama industri akan segera melaksanakan pembangunan BTS 4G di 12.548 desa/kelurahan pada akhir 2022.(ijs/wik)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *