Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Marthin Billa: Mencoreng Legislatif

Bagikan:

Seorang anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi buron polisi karena diduga menjadi bandar narkoba. Anggota DPD RI Dapil Kaltara, Marthin Billa meminta jajaran polisi mengejar oknum anggota DPDR itu sampai tertangkap.

“Kalau perlu kejar sampai ujung dunia. Perbuatan oknum DPRD Tana Tidung itu sangat memalukan wajah legislatif!” ujar Marthin Billa, Senin (11/1/2021).

Oknum anggota DPRD Tana Tidung yang diindikasikan terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu itu berinisial R. Pria berusia 39 tahun tersebut diduga memesan 2 kg sabu asal Tawau Malaysia untuk diedarkan di Tana Tidung. Beruntung penyelundupan sabu pesanan R berhasil digagalkan Satuan Resort Narkotika (Resnarkoba) Polres Nunukan pada 6 Desember 2020.

BACA JUGA :  Pemerintah Resmi Bubarkan FPI dan Ancam Hentikan Segala Kegiatannya

Nama R sendiri diketahui terlibat berdasarkan pengakuan tersangka yang ditangkap dalam operasi penggagalan penyelundupan sabu. Pihak polisi sudah melakukan pemanggilan bahkan mendatangi rumahnya, namun keberadaan R tidak diketahui. Polisi akhirnya mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO) atas nama R.

“Pelaku harus gentle dong. Kalau berani berbuat, maka harus berani bertanggung jawab,” sebut Marthin Billa.

Mantan Bupati Malinau ini menyatakan keprihatinannya atas perilaku tercela R. Marthin menyebut sikap R menjadi teladan buruk.

“Tentunya sangat mencoreng nama baik lembaga DPRD di mana seharusnya anggota DPRD memberikan contoh dan keteladanan yang baik kepada masyarakat,” tuturnya.

“Sikap R tidak mencerminkan sebagai anggota legislatif yang seharusnya mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba,” sambung Marthin.

Rupanya sepak terjang R dalam dunia hitam narkoba sudah menjadi rahasia umum. Salah seorang anggota DPRD Tana Tidung menyatakan R sudah sering sekali diingatkan oleh sesama koleganya anggota dewan agar tidak bermain-main dengan narkoba.

R yang merupakan wajah baru di DPRD Tana Tidung itu diketahui sudah tidak pernah datang lagi ke kantor. Badan Kehormatan (BK) DPRD Tana Tidung disebut tengah melakukan pembahasan terkait kasus R ini.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, termasuk warga Tana Tidung, untuk tidak memilih calon anggota DPRD yang terlibat narkoba apalagi sebagai pengedar narkoba yang mengancam masa depan generasi muda,” ungkap Marthin.

Reskoba berhasil mengungkap penyelundupan narkoba dari Malaysia itu dari hasil pemantauan kapal-kapal yang melalui jalur tikus atau ilegal. Tersangka yang membawa 2 kg sabu ditangkap di jalan poros Bambangan Desa Sei Nyamuk Pulau Sebatik. Marthin pun meminta agar pengawasan di daerah perbatasan semakin diperketat.

BACA JUGA :  Penemuan Black Box CVR Lengkapi Proses Investigasi Sriwijaya SJ-182

“Pemda dan aparat harus semakin melakukan pengetatan pengawasan. Banyak jalur-jalur tikus di daerah perbatasan. Ini harus jadi perhatian serius semua stakeholder,” kata Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara tersebut.

Marthin meminta pihak kepolisian mengungkap kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan anggota DPRD. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberi tahu pihak berwajib apabila mengetahui keberadaan R.

“Semoga polisi segera menangkap yang bersangkutan dan memberikan hukuman seberat-beratnya mengingat yang bersangkutan adalah politisi dan public figure,” ucap Marthin.

“Dan bagi masyarakt yang mengetahui keberadaan tersangka R harap memberitahu pada pihak yang berwajib,” sambungnya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *