Anggota KKB Bakar Pesawat PK MAK di Papua

Ilustrasi pembakran. (Istimewa)
Bagikan:

Jayapura – MAF (Mission Aviation Fellowship) menginformasikan telah terjadi pembakaran pesawat PK MAK oleh sejumlah orang di Nabire. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa. Ia bahkan menyebut para pelaku merupakan massa yang ditunggangi kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

“Kondisi ini diciptakan KKB untuk memberi rasa takut terhadap masyarakat,” ujar Suriastawa saat dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Sementara itu, kasus ini sudah ditangani oleh personel gabungan Polres Nabire bersama Polres Intan Jaya. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, pesawat tersebut diterbangkan oleh pilot asal Amerika Serikat, Alex Luferchek sekitar pukul 09.00 WIT dari Bandara Pagamba, Distrik Biandoga, Kabupaten Puncak Jaya, papua. Pesawat tersebut membawa dua warga setempat untuk mendarat di Bandara Pagamba, di Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya. Bandara  tersebut merupakan bandara perintis yang dikelola MAF.

BACA JUGA :  Lahirkan Bayi, Gadis Berusia 14 Tahun ini Jadi Korban Rudapaksa Ayahnya

Saat pesawat mendarat, datanglah seseorang bersenjata yang diduga anggota KKB. Ia menyuruh pilot untuk menunduk sambil menembakkan senjatanya ke udara. Pilot pun langsung diamankan oleh pendeta dan warga setempat ke Kampung Tekai, perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya.

“Kemudian pesawat terbang itu dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata,” paparnya.

Terkait kondisi pilot, Kamal mengatakan kalau kondisinya baik-baik saja. Pilot sudah dievakuasi menggunakan helikopter.

Sementara itu, Kamal menyebut Polres Nabire sudah berkoordinasi dengan Polres Intan Jaya untuk bisa ke lokasi kejadian yang berada di wilayah Polres Intan Jaya. Namun hal tersebut tidak bsia dilakukan cepat karena terkendala lokasi yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar