Antisipasi Kerawanan Bencana, Senator Asal Sulbar Minta Kesiagaan Posko Tanggap Darurat

viralitynews
H. ISKANDAR MUDA BAHARUDDIN LOPA / Kumparan
Bagikan:

JAKARTA – Berdasarkan rilis World Bank atau Bank Dunia, Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara di dunia dengan risiko ancaman bencana tertinggi. Perubahan iklim yang terjadi, mengisyaratkan untuk kita terus waspada di tengah situasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang belum juga mereda.

 

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal ini, Anggota DPD RI H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa meminta Pemerintah Pusat dan daerah mengutkan informasi sistem kebencanaan dan antisipasinya. Dengan beberapa langkah, salah satunya sosialisasi hingga menguatkan sistem kewaspadaan dini.

 

“Ancaman perubahan iklim tentu berdampak pada semua lapisan masyarakat. Baik di kawasan perkotaan dan pedesaan. Kerentanan bencana alam ini harus disikapi, di tengah situasi iklim dan wabah yang belum tuntas,” terang Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Minggu (3/1/2021).

BACA JUGA :  SK Perhutanan Sosial Resmi Diserahkan Presiden, Ini Komentar Senator dari Lampung

Dikatakannya, Indonesia memiliki 500 gunung api, 127 di antaranya gunung api aktif. Peristiwa terkait bencana alam di Indonesia selama 2020 dan prediksi fenomena serta potensi bencana 2021 harus terus diwaspadai.

 

Bahkan, tiga letusan gunung api berdampak besar yang pernah terjadi di muka bumi dan diketahui peneliti berada di Indonesia yakni Gunung Tambora, Gunung Danau Toba dan Gunung Api Krakatau.

 

“Dari informasi yang kita dapat, beberapa daerah di Indonesia saat ini juga mengalami fenomena subsiden tanah atau penurunan tanah. Artinya, permukaan daratan lebih rendah dari permukaan air laut. Akibatnya, jika terjadi rob, masyarakat yang bermukim di sepanjang pantai akan terdampak banjir. Catatan ini yang harus disikapi,” jelas Iskandar.

BACA JUGA :  Survei: Masyarakat Indonesia Anggap Covid-19 Sebagai Konspirasi

Ia berhadap Pemerintah Daerah, baik Kabupaten/Kota menyiagakan posko yang disebar guna mengantisipasi terjadinya bencana alam, berupa longsor dan pohon tumbang hingga menutupi badan jalan.

 

“Dengan keberadaan posko yang disiagakan personel maupun alat berat, ini salah salah satu langkah antisipasi jika yang sewaktu-waktu dapat dioperasionalkan saat keadaan darurat, semisal terjadi longsor,” imbuhnya.

 

Dengan kesiagaan itu, katanya, personel, kendaraan, ataupun alat berat segera dimobilisasi guna membuka akses jalan.”Pada intinya baik personel, kendaraan, ataupun alat berat bersiaga. Sewaktu-waktu bisa dimobilisasi ketika dibutuhkan. Sehingga masyarakat merasa terlindungi,” pungkas Senator Asal Sulawesi Barat itu. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *