Antisipasi Krisis Pangan, Evi Zainal Abidin Dukunng Pengembangan Hasil Ternak

Bagikan:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti terjadinya kriris pangan dampak pandemi virus Corona (Covid-19). Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Evi Zainal Abidin mendorong perkembangan sektor ternak untuk mendukung pertanian dalam negeri.

Dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 hari ini, Presiden Jokowi mengingatkan jajaran menterinya akan potensi krisis pangan. Jokowi menyebut sektor pertanian semakin memiliki peran penting saat pandemi.

Meski pemerintah kini tengah menggarap proyek lumbung pangan nasional di Kalimantan, Evi Zainal Abidin menyebut potensi hasil pertanian di Pulau Jawa tetap memegang peranan penting. Ini tentunya termasuk wilayah Jawa Timur.

“Meskipun masa pandemi, Jatim mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi sebesar 27,26 persen di Triwulan II 2020 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Evi Zainal Abidin, Senin (11/1/2021).

Mantan Anggota DPR RI itu yakin pertanian Jatim akan membantu pengembangan produksi pangan nasional. Evi juga menilai produksi pertanian Jatim mampu membangkitkan perekonomian.

“Saya optimistis Jatim akan terus memiliki pertumbuhan ekonomi yang signifikan yang disumbang dari sektor pertanian,” tuturnya.

Sejumlah daerah melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyusul keputusan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Meski begitu, PPKM dinilai tak akan menghambat produksi dan distribusi hasil tani.

“Untuk sektor pertanian tentu saja PPKM tidak terlalu menghalangi,” kata Evi.

Senator yang tumbuh dari keluarga peternak sapi perah di Pasuruan ini pun menilai pengembangan sektor pangan tidak bisa hanya berfokus pada pertanian. Evi menilai, sektor peternakan juga perlu didorong untuk memastikan stok pangan aman selama pandemi Corona.

“Ketahanan pangan itu kan tidak hanya berarti ketersediaan pangan cukup. Ketahanan pangan juga bermakna kemampuan untuk mengaksesnya, termasuk membeli pangan,” ujar mantan politisi Partai Demokrat itu.

BACA JUGA :  Kapal Cina Kepergok Berkeliaran di Selat Sunda, Indonesia Kecolongan Lagi

Indonesia sendiri diketahui telah mencapai swasembada daging ayam bahkan telah mampu mengekspor telur ayam tetas (hatching eggs) ke negara tetangga. Tak hanya itu, Indonesia juga telah mengekspor daging ayam olahan ke Papua Nugini dan Timor Leste.

Evi pun mendorong agar Indonesia mengejar agar mampu swasembada daging sapi/kerbau. Apalagi Presiden Jokowi telah mencanangkan program swasembada daging sapi/kerbau pada tahun 2026.

“Target presiden harus didukung dengan pembinaan dan bantuan kepada para peternak sapi agar usaha peternakan sapi potong mampu terus berkembang,” sebut Evi.

“Harus ada strategi pengembangan sapi potong sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi nasional. Bahkan kalau bisa mengekspor ke negara-negara sahabat,” tambah anggota Komite III DPD RI tersebut.

Evi juga yakin Jawa Timur bisa menjadi salah satu Provinsi yang menyediakan stok sapi potong. Hal ini lantaran produksi ternak sapi Jawa Timur yang berlimpah.

“Jawa Timur harus berbangga karena Jatim mampu memproduksi ternak sapi melebihi dari target yang ditentukan nasional meski di tengah pandemi Corona,” ungkap Evi.

Berdasarkan keterangan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, kelahiran ternak sapi di Jawa Timur Tahun 2020, berhasil tembus sebanyak 1.089.589 ekor sapi atau sebanyak 104 persen. Padahal target kelahiran ternak sapi yakni sebanyak 1.050.000 ekor sapi.

“Saat ini Jawa Timur telah mampu mencukupi kebutuhan daging sapi dalam provinsi,” ucap Evi.

Untuk diketahui, kebutuhan daging sapi masyarakat Jawa Timur berada di kisaran 95.283 ton, sedangkan produksi mencapai 99.340 ton. Artinya, Jawa Timur surplus daging sapi sebanyak 4.060 ton.

Jawa Timur juga memasok sapi siap potong ke luar provinsi yang merupakan bagian dari surplus ternak di Jawa Timur. Evi yakin Provinsi Jatim mampu mengembangkan hasil ternak sapinya.

BACA JUGA :  Menkes: Anak Muda Yang Akan Divaksinasi Syaratnya Bawa Dua Lansia

“Tidak menutup kemungkinan nantinya Jatim bisa menjadi provinsi unggulan pemasok daging sapi nasional,” tutupnya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *