Apresiasi Keputusan Presiden, Rusdi Masse: Komjen Listyo Punya Basic Reserse yang Kuat

Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rusdi Masse Mappasessu mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang telah menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Presiden memiliki pandangan atas dasar data dan hal-hal lain yang pasti menjadi kredit poin. Dan tidak ada yang salah dalam penunjukan ini. Komjen Listyo cukup bagus karena yang selama ini kita lihat, basic resersenya kuat. Di dalam basic ilmu kepolisiannya, saya kira juga kuat,” terang Rusdi, Jumat (15/1/2021).

Selain itu, sambung Rusdi Masse, berbagai jabatan juga sudah dilalui oleh Komjen Listyo yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

BACA JUGA :  Ma'ruf Amin: Penangan Covid-19 Indonesia di Atas Rata-Rata Dunia

Bahkan, lanjut dia, jabatan sebagai ajudan Presiden Jokowi yang pernah dijalani Komjen Listyo merupakan suatu nilai lebih. “Sekali lagi dia menjadi calon tunggal karena kemampuannya bukan masalah. Karena jelas, Kapolri harus punya chemistry dengan Kepala Negara. Polri adalah polisi negara, jadi visinya adalah visi negara, bukan lagi kepentingan politik yang ada,” paparnya.

Menurut Rusdi, penanganan perkara yang dilakukan oleh Bareskrim Polri di bawah kepemimpinan Komjen Listyo juga cukup layak mendapatkan apresiasi seperti pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan walaupun banyak kontroversi tetap bisa terselesaikan.

Selain itu, kata dia, dalam pengungkapan kasus Djoko Tjandra tidak tebang pilih karena terbukti ada beberapa jenderal yang terseret. “Tentu saja saya berharap Kapolri yang baru ini betul-betul berintegritas, responsif, modern, dan betul-betul melindungi masyarakat, bangsa, dan negara,” jelas Rusdi Masse.

Ia mengharapkan Komjen Listyo bisa membawa institusi Polri menjadi lebih baik karena selama ini, lembaga penegakan hukum tersebut menjadi sorotan khususnya yang berkaitan dengan penanganan perkara, baik penanganan perkara internal maupun eksternal.

BACA JUGA :  Pemerintah Pangkas Hari Cuti Bersama 2021, Berikut Daftar Lengkapnya

“Pandangannya sederhana, eksternal itu karena kepentingan-kepentingan orang lain, internal karena kelompok-kelompok tersendiri. Penanganan kasus Djoko Tjandra ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki citra polisi di masa depan,” jelas pria yang dikenal tegas itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang telah menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang akan memasuki pensiun pada Februari 2021.

Keputusan Presiden Jokowi tersebut disampaikan dalam Surat Presiden tentang nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia atas nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Surpres tersebut bernomor: R-02/Pres/01/2021 dan disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1). (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *