Apresiasi Lahirnya GeNose dan CePAD, Azis Syamsuddin: Ini Kontribusi Indonesia untuk Dunia

Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyambut gembira hasil pengembangan dan inovasi yang dilakukan oleh Kementrian Riset dan Teknologi atas lahirnya GeNose C19 dan CePAD.

GeNose C19 dan CePAD merupakan alat pendeteksi Virus Corona (Covid-19) yang prosesnya memanfaatkan hembusan nafas dengan sensitifitas hingga 90 persen dan spesifitas mencapai 96 persen. Temuan ini telah telah diujicobakan di delapan rumah sakit (RS).

Bacaan Lainnya

Menariknya, GeNose C19 secara resmi telah mengantongi Izin Edar Kemenkes RI AKD 20401022883 dan siap diproduksi massal untuk dipasarkan. Dengan biaya nyang murah berkisar antara Rp15 ribu sampai Rp25 ribu per tes dan hasil yang cepat sekitar 2 menit dan tanpa reagen (tanpa bahan kimia).

BACA JUGA :  Hari Ini, Kasus Covid-19 di Luar Negeri Bertambah Banyak

“Pengembangan GeNose C19 membanggakan. Terapan ilmu secara medis ini benar-benar menjadi solusi, di tengah kebutuhan semua pihak. Dengan biaya murah, ini membangkitkan antusiasme masyarakat untuk memeriksakan kondisi dan kesehatan diri,” terang Azis Syamsuddin, dalam keterangannya, Rabu (30/12/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, GeNose C19 dan CePAD adalah prestasi luar biasa sebagai wujud kontribusi nyata. Kedepan tidak hanya rumah sakit, perguruan tinggi se-Indonesia dapat memanfaatkan inovasi GeNose C19 dan CePAD, dalam beberapa hal salah satunya untuk kepentingan tes cepat.

“Saya juga mendengar sudah ribuan unit yang memesan GeNose C19 dari sejumlah kampus di tanah air dan RS. DPR tentu mendukung produksi massal yang dilakukan. Ini pembuktian Indonesia untuk dunia,” ujar Azis.

BACA JUGA :  Stimulus Ekonomi dan Serapan Pasar Harus Jadi Perhatian Pemerintah Bagi UMKM dan Korporasi

Fleksibilitas penggunaan GeNose C19 memungkinkan penempatannya di bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, perkantoran, kampus, dan tempat umum lainnya.

Termasuk seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan, sehingga masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman pada situasi pemulihan ekonomi saat ini.

Kehadiran alat ini sangat semakin meneguhkan bahwa bangsa Indonesi mampu memberikan kontribusi kepada dunia. Apalagi alat ini memperkuat sistem survailans 4T yakni testing, tracing, tracking, serta treatment. “Ini jelas, menjadi terobosan hebat,” imbuh Azis.

BACA JUGA :  Satu Prajurit TNI Tewas di Kongo, DPR Desak PBB Lakukan Investigasi

Meski demikian, Wakil Rakyat dari Dapil Lampung II itu tetap menekankan, agar masyarakat terus mengimplementasikan Gerakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap dilakukan, guna meminimallisir penyebaran virus corona baru.

Tanpa prokes, virus akan cepat masuk ke tubuh kita. Prokes adalah kunci utama kedisiplinan individu. “Jangan berhadap wabah akan segera usai, jika kita sendiri enggan menerapkan aturan itu untuk kepentingan sendiri. Ayo sama-sama kita jaga diri, untuk keselamatan jiwa bersama,” pesan Azis Syamsuddin. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *