Aturan Terbaru, Insentif Nakes Dikirim Langsung ke Rekening Pribadi

Tenaga kesehatan menggunakan APD khusus penanganan pasien Covid-19. (Foto: Antara.com)
Bagikan:

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengelaurkan keputusan yang bekaitan dengan aturan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Covid-19.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19. Dalam Keputusan ini, diketahui pembayaran insentif akan dikirim langsung ke rekening masing-masing nakes.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Menkes Ungkap Keunggulan Data KPU Untuk Penerima Vaksinasi Covid-19

“Rekening tenaga kesehatan ini harus diinformasikan kepada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) agar bisa dibayarkan langsung,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan, Kirana Pritasari, Sabtu (3/4/2021).

Pembayaran secara langsung ini dimaksudkan untuk menghindari kekhawatiran soal potensi adanya pungutan atau pemotongan. Selain itu, mempermudah monitoring jika terjadi keterlambatan pembayaran nakes.

Diketahui hingga saat ini, pemberian insentif nakes 2020 masih ada tunggakan yang belum diselesaikan. Dengan metode ini dapat diketahui langsung penyebab terjadinya keterlambatan.

BACA JUGA :  Tips! Memaksimalkan Pencegahan Penularan Covid-19

“Dengan terbitnya peraturan ini, harapannya proses pembayaran insentif nakes untuk 2021 dapat dipercepat,” tuturnya dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Terkait besaran insentif bagi tenaga kesehatan, nilainya berbeda-beda, tergantung wilayah tempat mereka bekerja. Semakin tinggi risiko paparan terhadap penyebaran Covid-19, maka akan mendapatkan insentif secara lebih optimal sehingga ada perbedaan para tenaga kesehatan yang bekerja pada zona-zona tertentu.

BACA JUGA :  Mengintip Adat dan Budaya Bali di Tengah Pandemi

Ia menambahkan, usai keputusan ini disosialisasikan, fasilitas kesehatan (faskes) bisa segera mengusulkan nakes yang akan mendapat insentif pada April 2021. Sementara terkait tunggakan 2020, saat ini tengah dilakukan proses review dari Badan Pengawas Keuangan dan Pemabangunan (BPKP) untuk selanjutnya bisa dibayarkan.

Ia berharap faskes yang menangani Covid-19 bisa melaporkan secara periodik terkait telah diterimanya dana insentif nakes. “Kita sama-sama memonitoring keberlangsungan proses ini untuk mengindari keterlambatan dalam pembayaran insentif naskes ini,” pungkasnya. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *