Azis Syamsuddin: Penutupan Pintu Masuk Bagi WNA Sangat Tepat

Bagikan:

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin memberikan dukungan terhadap penutupan pintu masuk seluruh warga negara asing (WNA) yang akan berkunjung ke Indonesia. Ini sejalan dengan keputusan Pemerintah yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pada Senin (28/12/2020).

Keputusan penutupan pintu masuk memang dilematis. Apalagi Indonesia baru akan menggalakkan sektor pariwisata guna mendongkrak perekonomian. Meski demikian langkah ini harus dilakukan mengingat kegiatan itu dapat memicu penyebaran virus dengan lebih cepat.

Bacaan Lainnya

Relevansi pertimbangan-pertimbangan tersebut, menurut Azis sangat rasional. Ini seiring peningkatan kasus baru yang mencapai 5.854 orang sehingga total kasus seluruhnya menjadi 719.219 orang. Sementara jumlah kasus meninggal bertambah 215 orang menjadi 21.452 orang. Jumlah ini belum termasuk pasien yang dirawat lantaran terpapar Virus Corona dengan jumlah 107.789 pasien.

“Suport kepada Pemerintah untuk menutup akses masuk WNA yang telah ditetapkan 1 sampai 14 Januari 2021. Ke depan tidak cukup hanya pelarangan penerbangan. Karena virus bisa datang dari mana saja. Tidak hanya datang dari Inggris,” jelas Azis Syamsuddin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/12/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menambahkan, sejumlah negara di dunia sudah membatasi penerbangan dari Inggris, sebagai langkah memastikan virus corona jenis baru yang menyebar di selatan Inggris tidak meluas ke seluruh dunia.

“DPR apresiasi atas langkah cepat Kemenlu, sejalan pula dengan keputusan Kementerian Perhubungan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 24 Tahun 2020 yang mengatur perjalanan orang dengan transportasi udara selama masa libur Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi COVID-19,” papar Azis.

BACA JUGA :  Geram! China Rahasiakan Data Mentah Covid-19

Ditambahkan Azis, upaya konkret yang dapat dilakukan dalam mencegah masuknya virus corona jenis baru ke Indonesia adalah membangun sistem pengawasan genomik atau genomic surveilance. Ini pun sempat muncul setelah adanya usulan dari sejumlah Epidemiolog.

“Ketika setiap orang yang baru pulang dari luar negeri, wajib dites COVID-19. Apabila positif, mereka harus dikarantina dan menguji genetik virusnya untuk mengetahui apakah virus sudah bermutasi atau belum,” ungkap Azis.

Azis juga mendukung langkah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menutup total sejumlah ruas jalan di Jakarta saat malam Tahun Baru bagi kendaraan maupun pejalan kaki guna mencegah terjadinya kerumunan massa di masa pandemi COVID-19.

“Rencana penutupan total jalanan Ibu Kota Jakarta tersebut karena konsep car free night tetap berpotensi menimbulkan kerumunan massa dan berpotensi pada penyebaran virus,” pungkas Azis.

Untuk diketahui warga asing yang tiba di Indonesia kemarin, hingga tanggal 31 Desember 2020, masih diizinkan masuk dengan ketentuan hasil tes PCR negatif dari negara asalnya yang berlaku maksimal 2×24 jam sebelum jam keberangkatan, serta tes PCR ulang setelah tiba di Indonesia.

Jika terbukti negatif dalam kedua tes PCR tersebut, WNA diminta melakukan karantina wajib selama lima hari, dan setelahnya harus kembali menjalani tes PCR. Sementara semua warga negara Indonesia (WNI) yang hendak pulang dari luar negeri diizinkan masuk, dengan ketentuan tes PCR yang sama dengan di atas. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 Komentar