Banjir Bandang di Bogor, BPBD DKI: Jakarta Masih Terpantau Aman

Material kayu dan lumpur akibat banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor
Ilustrasi Semburan Lumpur (Foto: Istimewa / WA Group Relawan Bogor)
Bagikan:

Jakarta – M. Insaf, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kapusdatin BPBD) DKI Jakarta menyatakan, banjir bandang dari Cisarua Bogor belum terlihat dampaknya di Jakarta hingga saat ini.

Berdasarkan pemantauan tinggi muka air (TMA), M. Insaf mengatakan, di sejumlah pintu air Jakarta, masih terpantau aman.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan data yang masuk, ada empat pintu air yang berstatus Siaga 3. Empat pintu tersebut adalah Pintu Air (PA) Pasar Ikan (laut) dengan ketinggian 184 sentimeter, PA Marina (laut) 181 sentimeter, PA Marina (kali) 182 sentimeter, dan PA Flushing Ancol 182 sentimeter.

Insaf menambahkan, BPBD DKI tetap berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk mengantisipasi terjadinya banjir kiriman. “Secara teknis untuk antisipasi banjir kiriman, kami bekerjasama dengan SDA DKI,” ujar Insaf.

Sementara itu, Budi Pranowo, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menjelaskan, proses penanganan lokasi bencana masih berlangsung.

“Kami telah mengirimkan, tim BPBD, diantaranya tim evakuasi dan perlengkapan, tim tenda selter logistik, serta tim P3K dengan ambulans untuk menjemput bila ada pengungsi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021).

Banjir tersebut menyebabkan warga yang tinggal di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengungsi.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat, ada 474 warga yang berhasil dievakuasi.

“Ada setidaknya, 134 kepala keluarga (KK) atau 474 jiwa sudah berhasil dievakuasi,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, mengutip Antara.

BACA JUGA :  Polisi Tanggapi Video Viral Anak-anak Main di Atap JPO Tol Cawang

Budi menyebut, ratusan korban banjir bandang tersebut kini diungsikan di masjid yang berdekatan dengan lokasi terdampak banjir.

Menurut Budi, akibat banjir tersebut, puluhan rumah warga rusak dan sejumlah akses jalan terputus.

Hingga kini belum ada kepastian terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan bencana ini. Pihak BPBD pun masih terus melakukan penanganan dan evakuasi.

“Tim BPBD terdiri dari tim evakuasi dan perlengkapan, tim tenda shelter logistik, serta tim P3K dengan ambulans untuk menjemput apabila ada pengungsi,” kata Budi.

Sebelumnya, sejumlah video amatir yang menunjukan banjir bandang tersebut tersebar di WhatsApp Grup.

Dalam video tersebut terlihat menunjukkan sejumlah warga panik dan berlarian untuk menghindari lumpur akibat banjir bandang. Selain itu juga terlihat sejumlah material seperti kayu dan tanah juga ikut terbawa longsoran.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar