Banjir Bandang NTT Terjang Bendungan Kambaniru, Petani Gagal Tanam Padi

Kerusakan akibat banjir di Flores, NTT. (Foto: Tangkapan layar ANTARA)
Bagikan:

Jakarta – Bendungan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur jebol karena banjir yang menimpa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (04/04/2021).

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing mengatakan, bencana alam siklon tropis Seroja mengakibatkan bendungan terbesar di Pulau Sumba tersebut jebol. “Kondisi bendungan sudah tidak bisa lagi menampung air untuk kebutuhan irigasi karena rusak berat,” katanya, Selasa (06/04/2021).

Bacaan Lainnya

Bagian sayap dan bentangan Bendungan Kambaniru patah menjadi beberapa bagian akibat hantaman banjir. Luapan air bendungan tersebut menggenangi rumah penduduk di Kecamatan Kambera.

Kerusakan bendungan ini mengakibatkan 1.440 hektare lahan persawahan di Kecamatan Kambera tidak bisa ditanami pada pada musim tanam kedua tahun 2021. Hal ini karena sumber air untuk persawahan tidak ada setelah Bendungan Kambaniru jebol.

Balai Sungai Provinsi Nusa Tenggara Timur Kementerian PUPR diharapkan dapat membangun kembali Bendungan Kambaniru, sehingga sejumlah hektar sawah milik petani bisa ditanami tahun ini.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat memperbaiki bendungan agar petani di daerah ini bisa mengolah kembali lahan pertanian yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (05/04/2021) tercatat sebanyak 15 orang luka-luka dan 2.655 jiwa mengungsi. Selain itu, BNPB mencatat sebanyak 25 rumah rusak berat, 17 rumah hanyut, 114 rusak sedang, 60 rumah terendam, dan 743 rumah terdampak.

Banjir bandang ini juga menyebabkan lima jembatan putus, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, satu fasilitas umum rusak, dan satu kapal tenggelam. (CNC/IJS)

BACA JUGA :  Warganet Sebut Isu Keretakan Rumah Tangga Rizki DA dan Nadya Gimik
Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *