Banjir dan Longsor Manado: Enam Orang Meninggal, 500 Jiwa Mengungsi

Proses evakuasi korban longsor di Manado.
Proses evakuasi korban longsor di Manado. (Foto: Basarnas Manado)
Bagikan:

Manado – Ada sembilan kecamatan yang terdampak banjir dan longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara. Hal tersebut langsung diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Adapun beberapa kecamatan terdampak bencana ini antara lain Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil,  Kecamatan Wenang, Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, dan Kecamatan Sario.

Bacaan Lainnya

Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB  menjelaskan, tercatat ada enam orang meninggal dunia dan 500 jiwa mengungsi akibat bencana ini.

Menurut data dari BPBD Manado, ada korban meninggal dunia di Kelurahan Paal 4 Lingkungan 6. Mereka yang terdeteksi adalah Aiptu Kifni Kawulur (48 tahun) dan di lokasi Lorong Cempaka Jalan Sea Kelurahan Malalayang Barat dua korban jiwa yakni Meiny Pondaag (62 tahun) seorang guru SMA, serta San Hasan (30 tahun) belum ditemukan.

Tidak hanya itu, ada korban meninggal karena terjadi tanah longsor yang menimbun rumah mereka terjadi di lokasi Perkamil Lingkungan 5, sebanyak tiga orang. Mereka adalah Fani Poluan(50 tahun), Arni Laurens (44 tahun) dan Celsi(8 tahun).

“Hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang tidak merata membuat banjir dan tanah longsor pada pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter,” kata Raditya.

Selain itu, BNPB mencatat kerugian materil akibat banjir dan longsor antara lain 10 rumah rusak sedang dan dua rumah rusak berat. Tim di lapangan juga masih melakukan pendataan kerusakan rumah.

BACA JUGA :  Ditegur Kritik Anies, Ketua DPC Gerindra: Saya Tak Mau Tarik Omongan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, masyarakat dan relawan. Tidak hanya itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Sedangkan, BPBD Provinsi Sulut bekerjasama dengan BPBD Kota Manado akan melakukan giat pembersihan material pascabanjir dan tanah longsor pada Senin (18/1). Saat ini, BPBD Kota Manado memantau banjir telah surut dan cuaca terpantau panas.

Menurut pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Manado berpotensi mengalami hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. BNPB memeringatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

Sebagai informasi, masyarakat Indonesia dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *