Bapak Pencuri Kotak Amal yang Ajak Mantan Istri dan Anak Ngaku 26 Kali Beraksi

Bagikan:

Aksi pencurian kotak amal yang dilakukan RSH (43), ternyata bukan hanya tiga kali. Pria yang mengajak mantan istri dan anaknya itu sudah 26 kali melakukan pencurian.

Perbuatan tersebut, berjalan selama RSH tak bekerja lagi sebagai kenek bus selama 2 bulan. Sasaran pencurian adalah masjid di beberapa lokasi wilayah Kota dan Kabupaten Malang.

“Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sudah 26 kali melakukan pencurian. Sasarannya, masjid di beberapa tempat,” terang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada detikcom, Selasa (24/11/2020).

Dari 26 kali pencurian, RSH menggasak uang dalam kotak amal sebesar Rp 3 juta lebih, sajadah dan mukena sebanyak satu karung.

“Untuk uang nilainya Rp 3 juta lebih. Selain itu ada sajadah, serta mukena milik masjid yang diambil tersangka,” beber Hendri Umar.

Satu karung berisi sajadah serta mukena ikut disita polisi sebagai barang bukti. Termasuk uang dan satu unit motor yang digunakan tersangka menyasar lokasi pencurian.

RSH sendiri mengaku, mengalami kesulitan saat akan menjual sajadah dan mukena yang dicuri. Sehingga dirinya terus membawa barang curian itu kemanapun dia pergi.

“Beberapa kali saya tawarkan di Blitar, tidak laku. Tapi terus saya bawa untuk ditawarkan selama perjalanan,” ujar RSH terpisah.

Sementara uang yang dicuri dari kotak amal itu hanya diambil sedikit untuk membeli obat asam urat yang dideritanya. RSH berencana memasukkan sisa uang tersebut ke dalam rekening bank miliknya.

“Kalau uangnya, sempat saya buat beli obat asam urat, tidak banyak. Sisanya mau saya tabung, tetapi belum sempat sudah tertangkap,” kata bapak tiga anak ini.

RSH sengaja mengajak mantan istri dan anak bungsunya untuk membantu melakukan pencurian. Meski awalnya, RSH berdalih akan mencari pekerjaan. Karena tidak menemukan pekerjaan, RSH kemudian gelap mata dan mengajak mereka mencuri. “Saya yang ngajak, karena putus asa tak dapat pekerjaan,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Menteri Sosial Dinyinyirin Hidayat Nur Wahid

Pengungkapan berawal dari penyelidikan adanya rekaman CCTV pencurian kotak amal di sebuah masjid wilayah Pagelaran, Kabupaten Malang. Dari penyelidikan itu, Satreskrim Polres Malang berhasil mengidentifikasi pelaku, dibantu Polsek Pagelaran akhirnya pelaku bisa diamankan.

Tersangka dikenakan Pasal 263 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selama beraksi mencuri kotak amal dan mukena di masjid-masjid, satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan anak tersebut kompak. Mereka bergantian menjaga agar tidak ketahuan.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *