Bencana Beruntun Timpa Majene, Mitigasinya Harus Dipersiapkan Sebelum Terjadi

Bagikan:

Mamuju – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Gempa bermagnitudo 5.9 episenter ini terjadi pada hari ini, Kamis (14/1/2021) pukul 13.35 WITA di kedalaman 10 kilometer.

Guncangannya membuat sejumlah bangunan rusak di Kecamatan Malunda dan Tapalang Barat Kabupaten Majene, serta terasa guncangannya di Kota Mamuju. Tidak dilaporkan korban jiwa, namun puluhan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Musibah ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Majene yang dua hari sebelumnya ditimpa banjir, tanah losor, dan angin kencang. Sebelumnya, beberapa kawasan di Kabupaten Majene dilanda hujan deras hingga menyebabkan banjir setinggi lutut orang desa. Banjir ini merendam pemukiman warga, termasuk fasilitas pemerintah serta fasilitas umum.

Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat sempat terputus karena pepohonan tumbang dan melintang di jalan. Beberapa jembatan juga putus diterjang banjir bandang.

Seiring datangnya musim penghujan, berbagai bencana telah singgah di provinsi di tepi barat pulau Sulawesi ini. Hal ini menjadi ujian tersendiri bagi warga Sulbar yang saat ini juga menghadapi tekanan Pandemi Covid-19.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat se Indoneaia (KKMSB), Muhammad Asri Anas mengimbau Pemerintah Daerah segera melakukan mitigasi bencana secara patut dan cepat, karena masyarakat banyak yang tak bisa mendiami rumahnya karena bencana ini.

“Bencana datang sewaktu-waktu, bahkan di saat warga terkena dampak wabah Covid-19. Saya berharap warga Mamuju diberi kekuatan menghadapinya,” katanya, Kamis (14/01/2021).

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI dari Sulawesi Barat ini berharap pemerintah daerah dan masyarakat Sulbar bersabar sembari bersiap diri menghadapi kemungkinan terburuk, mengingat musim penghujan masih akan panjang.

BACA JUGA :  Napoleon Joget Tiktok, Netizen: Wajar Hukum di Indonesia Dianggap Bercanda

Provinsi Sulawesi Barat adalah satu dari 10 wilayah dengan risiko bencana tertinggi di Indonesia. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Majene berada di urutan ke delapan dari 10 besar daerah rawan di lingkup cincin api Indonesia.

Asri Anas mengungkapkan, daerah Majene mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat karena telah dimasukkan dalam daftar 44 kabupaten/kota yang masuk dalam daerah risiko tinggi bencana tahun 2019-2023. Atas dasar itu, ia berharap Pemda Sulbar dan Kabupaten Majene telah memiliki rencana mitigasi yang matang, bahkan sebelum bencana benar-benar terjadi.

“Sesuai undang-undang Nomor 24 tahun 2007, pemerintah daerah wajib menyusun rencana penanggulangan bencana. Bila terjadi hal seperti ini gerakannya harus cepat,” tambahnya. Dengan perencanaan yang matang, upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Majene bisa berjalan baik dan efektif.

Kewaspadaan terhadap bencana penting pula dimiliki masyarakat karena fenomena alam ini berjalan bagai siklus yang berulang. Belum lama ini, lanjut Asri, fenomena angin Monsun Australia telah masuk dalam prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Angin Monson ini biasanya memicu gelombang pasang di daerah pesisir. “Hal itu harus diwaspadai oleh warga yang tinggal di pesisir pantai Sulbar. Untuk Pemda jangan lalai memberi peringatan,” pungkasnya. (Mjr/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *