Berkat Saksi Kunci, Polisi Temukan Pelaku Utama Pembunuhan Sadis di Muratara

Ilustrasi korban pembunuhan. (Istimewa)
Ilustrasi korban pembunuhan. (Istimewa)
Bagikan:

Muratara – Petugas kepolisian berhasil mengungkap fakta baru terkait pembunuhan Ardeni dengan kondisi leher hampir putus di Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Sulawesi Selatan. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi pada Sabtu (16/1/2021), polisi mendapati fakta bahwa pelaku pembunuhan bukan hanya keponakan korban, Alexander (24), melainkan juga kakak kandung korban, Harun Sohar (55).

“Tadinya kami tidak tahu pelaku utama siapa, dan minim informasi. Karena orang yang dicurigai melarikan diri, kami tangkap dan amankan. Saksi awal juga kami amankan dan diproses secara terpisah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad, Sabtu.

Sisi terang pengungkapan kasus ini mulai terlihat saat istri pelaku, Idah (50), menuturkan kesaksiannya. Idah menyebut suaminyalah yang pertama kali membacok korban. Anaknya kemudian ikut membacok untuk memastikan korban sudah meninggal.

BACA JUGA :  Video Syur Gabriella Larasati Hasil Editing, Pelaku Ditangkap di Medan

“Masing-masing pelaku menyabetkan parangnya satu kali ke leher korban. Kalau luka sabetan di betis korban dilakukan oleh Sohar,” tutur Dedi.

Idah mengaku mendapatkan informasi tersebut setelah suami dan anaknya tiba di rumah dengan kondisi parang yang berlumuran darah. Ida semula tak mengungkap informasi tersebut.

Polisi juga mendapatkan kesaksian lain yang mengarah kepada Sohar, yakni dari Kepala Dusun Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, Hendri. Saksi melihat Sohar dan anaknya tengah membersihkan diri ketika datang untuk memberi kabar kematian Ardeni. Selain itu, ia melihat ada banyak bercak darah di sepeda motor pelaku.

Berkat keterangan dari para saksi, Sohar yang semula menampik keterlibatan dirinya akhirnya tak bisa mengelak lagi. Kini status Sohar pun naik menjadi tersangka utama.

Sohar pun terancam dijerat Pasal 340 KUHP karena sudah melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *