BI Mengaku Ikut Danai Vaksin Covid-19

Bagikan:

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengaku, bahwa dalam pengadaan dan pendistribusian vaksin Covid-19, BI ikut ‘patungan’ menanggung pendanaannya.

Pendanaan tersebut diberikan melalui pembelian surat utang negara oleh bank sentral nasional dalam setahun terakhir. Hal tersebut merupakan bagian dari skema berbagi beban (burden sharing).

‘Patungan’ dana vaksin tersebut, menurut Perry, diberikan melalui hasil pembelian Surat Berharga Negara (SBN) secara langsung di pasar perdana berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) II dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 7 Juli 2020. Hasil pembelian mencapai Rp397,56 triliun per 15 Desember 2020.

“Pembiayaan vaksin dari burden sharing pembelian SBN berdasarkan keputusan 7 Juli 2020 sebesar Rp397,56 triliun untuk public goods telah selesai dilakukan,” ujar Perry dalam konferensi virtual Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/12/2020).

Dari hasil pembelian SBN tersebut, sebagian dana sudah dialokasikan untuk pemenuhan dana penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Termasuk kebutuhan pengadaan vaksin.

“Dalam pemesanan vaksin, BI juga kontribusi bahwa pemesanan yang dilakukan pemerintah selama ini menggunakan dana dari burden sharing yang sudah disampaikan, SBN yang sudah BI beli dan dananya untuk memesan vaksin,” klaimnya.

Perry bilang tidak semua dana digunakan Sri Mulyani untuk kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Dana itu juga tidak semuanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan covid-19 dan PEN.

Informasi yang diterima Perry dari Sri Mulyani, ternyata ada sisa dana dari hasil pembelian surat utang negara oleh BI sekitar Rp30 triliun sampai Rp39 triliun. Dana itu selanjutnya bisa digunakan untuk pengadaan dan distribusi vaksin covid-19 pada tahun depan.

“Dana yang belum digunakan, bisa di carry over ke 2021, dan kami mendukung penuh kalau dana ini digunakan, diprioritaskan untuk membeli vaksin covid-19,” tuturnya.

BACA JUGA :  Hari Ini Gerhana Matahari Total, Lapan: Tak Nampak Dari Indonesia

Kendati begitu, Perry mengaku BI tidak memberi intervensi soal porsi dana hasil pembelian SBN yang sekiranya perlu digunakan pada tahun ini dan tahun depan. Begitu juga dengan pemanfaatan dalam program PEN.

“Sepenuhnya itu kewenangan pemerintah, komitmen BI adalah bersama sama melakukan dan mendukung upaya vaksinasi karena penting untuk meningkatkan mobilitas manusia, aktivitas ekonomi, dunia usaha, dan menghindarkan dampak pandemi ke sektor keuangan,” ujar Perry.

Secara total, BI sudah membeli SBN pemerintah mencapai Rp473,42 triliun per 15 Desember 2020. Terdiri dari pembelian surat utang berdasarkan SKB I yang diterbitkan pada 16 April 2020 sebesar Rp75,86 triliun dan SKB II Rp397,56 triliun.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *