Bill Gates: Lockdown Akan Berlanjut Hingga 2022

Bagikan:

Washington DC — Miliarder pendiri Microsoft, Bill Gates, melontarkan prediksi yang tampaknya akan membuat banyak orang tidak nyaman.

Ketika ditanya mengenai kondisi di mana Amerika Serikat (AS) mencetak rekor baru untuk kasus baru, rawat inap, dan kematian saat diwawancara oleh Jack Tapper dari CNN pada Minggu lalu (13/12), Bill Gates menjawab boleh jadi lockdown (di AS dan dunia) akan berlanjut hingga 2022.

Menurut Bill Gates, krisis Covid-19 akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan sebelum vaksin tersedia secara luas.

“Sayangnya, empat hingga enam bulan ke depan bisa menjadi epidemi terburuk. Prakiraan menunjukkan ada lebih dari 200 ribu kematian tambahan. Jika kita mengikuti aturan dalam hal memakai masker dan tidak berkerumun, kita dapat menghindari sebagian besar kematian tersebut. Jadi dalam waktu dekat, ini adalah kabar buruk,” kata dia.

Saat ditanya kapan kehidupan akan sepenuhnya kembali berjalan normal, apakah di bulan Januari orang-orang sudah bisa meninggalkan masker yang saat ini harus mereka gunakan setiap saat, tidak ada pembatasan jarak sosial maupun tindakan lain yang biasa dilakukan saat masa pandemi?

Bill Gates pun menjawab, bahwa pada musim panas nanti, kondisinya mungkin jauh lebih normal dari pada sekarang. Namun, orang-orang masih belum bisa meninggalkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini dilakukan.

“Tentu saja, pada musim panas kita akan jauh lebih dekat ke normal daripada sekarang— tetapi bahkan sampai awal 2022, kecuali kita membantu negara lain menyingkirkan penyakit ini dan kita mendapatkan tingkat vaksinasi yang tinggi di negara kita, risiko reintroduksi akan ada di sana,” tuturnya.

Bill Gates juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi di AS maupun dunia masih akan melambat. Belum bisa pulih normal selayaknya sebelum masa pendemi Covid-19 datang. Menurutnya, sampai Sembilan bulan ke depan pergerakan ekonomi masih melambat dengan beberapa pertemuan besar masih dibatasi.

BACA JUGA :  Puing Roket Ditemukan di Perairan Kalteng, Ini Kata Teras Narang

Saat disinggung mengenai janjinya (Bill & Melinda Gates Foundation) yang baru-baru ini mengumumkan akan memberikan bantuan senilai 250 juta dollar AS –selain 1 juta dollar AS sudah pernah ia janjikan– untuk memerangi pandemic. Bill Gates menjawab bahwa pendanaan akan difokuskan pada pembuatan vaksin untuk digunakan tidak hanya di AS tetapi di seluruh dunia.

Gates juga membahas teori konspirasi online yang merajalela, bahwa yayasannya bekerja dengan Dr Anthony Fauci, direktur NIH, untuk menyuntikkan microchip ke orang-orang dengan vaksin. Dia  mengatakan, rumor semacam itu sangat membuatnya terkejut.

“Kamu tahu, saya bahkan tidak yakin bagaimana harus bereaksi,”katanya. “Dr Fauci dan saya percaya pada vaksin. Vaksin telah menyelamatkan jutaan nyawa. Itulah inti dari yayasan kami dan karenanya keahlian kami sangat berharga di sini dalam meningkatkan skala hal-hal tersebut.”

Jack Tapper kemudian mengutip jajak pendapat dari dari Pew Research Center yang menunjukkan bahwa hanya 60 persen orang Amerika yang berniat melakukan vaksinasi. Bill Gates hanya menjawab bahwa itu adalah masalah komunikasi yang harus disampaikan kepada masyarakat.

“Saya rasa kita memiliki tantangan komunikasi yang nyata bahwa Anda harus mencari tahu siapa yang dipercaya orang, memastikan mereka mendapatkan datanya. Saya berharap seperti yang dilihat orang–vaksin ini diluncurkan dan mengurangi tingkat kematian, mengurangi penularan ke orang yang Anda sayangi, bahwa angka 60 persen itu akan meningkat. Rekam jejaknya akan dikembangkan dan saya pikir kita akan melewati 70 persen, yang seharusnya bisa mengurangi transmisi secara dramatis.” Punkas Bill Gates.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *