Bio Farma Pastikan Distribusi Vaksin Ke Seluruh Daerah Lancar, Jawa Timur Penerima Terbanyak

Proses distribusi vaksin Sinovac
Proses distribusi vaksin Sinovac
Bagikan:

Bandung – Meski belum mengantongi izin darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), namun distribusi vaksin ke daerah sudah dilakukan.

PT Bio Farma (persero) sebagai badan yang diserahi pemerintah untuk menyimpan, meniliti dan mendistribusikan vaksin Sinovac yang beberapa waktu lalu didatangkan dari China oleh pemerintah telah melakukan distribusi sebanyak 763.600 vial atau dosis, dalam tempo tiga hari, yakni sejak tanggal 3 Januari hingga 5 Januari 2021.

Bacaan Lainnya

Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa menyegarakan program vaksinasi nasional yang rencananya akan dimulai bulan Februari dan ditargetkan sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dalam hal ini, program vaksinasi nasional akan dilakukan sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni setiap penduduk akan dilakukan dua kali penyuntikan atau membutuhkan dua dosis vaksin.

“Vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk produk jadi, yang tiba di Indonesia pada 7 Desember 2020 sudah mulai didistribusikan dari Bio Farma ke seluruh Provinsi di Indonesia. Total 763.000 vial,” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto saat dihubungi awak media, Rabu (6/1/2021).

Bambang merinci sebanyak 401.240 vaksin telah dikirimkan ke 14 provinsi pada tanggal 3 Januari; 313.000 dosis vaksin dikirimkan pada 4 Januari; 49.360 dosis vaksin dikirimkan ke Jawa Barat dan Sulawesi Barat pada 5 Januari.

Dari ratusan ribu dosis vaksin itu, Jawa Timur tercatat menjadi provinsi penerima terbanyak dengan 77.760 dosis, disusul Jawa Tengah dengan 62.650 dosis, dan Lampung 40.520 dosis vaksin.

BACA JUGA :  Pengamat Militer Ingatkan Pemerintah Soal Komponen Cadangan Pertahanan

Sementara daerah terendah yang menerima vaksin Sinovac ini untuk sementara adalah Kepulauan Riau dengan 1.300 dosis, Gorontalo 4.800 dosis, dan Bangka Belitung 6.280 dosis vaksin.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Corporate Secretary Bio Farma ini juga mengaku proses distribusi vaksin tidak mengalami kendala alias berjalan lancar.

Sebab, logistik seperti cold chain atau rantai pasok dingin terpantau aman dan telah dipersiapkan dengan matang, agar vaksin tidak mengalami kerusakan dalam pengirimannya. Kendati demikian, Bambang belum bisa memastikan kapan distribusi tahap kedua akan dilakukan kembali.

Sementara itu, pihak Polri juga akan memberikan pengawalan dan pengamanan maksimal dalam pendistribusian vaksin ke seluruh daerah di Indonesia.

Rencanannya akan mengerahkan 83.665 personel untuk kegiatan pengamanan terhadap program vaksinasi Covid-19 secara nasional yang akan dilakukan pada Februari 2021.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, vaksin sudah diamankan sejak datang di Bandara Soekarno Hatta, hingga nantinya dilakukan vaksinasi kepada masyarakat di sejumlah titik. Pengamanan tersebut dilakukan bersama dengan TNI.

“Polri melibatkan 83.566 personel yang digelar demi menyukseskan program vaksin nasional tersebut,” ujar Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021).

Menurut Rusdi, Polri akan memastikan vaksinasi nasional berjalan dengan lancar dan aman. Kendati demikian, dia tidak merinci pembagian personel yang dikerahkan di tiap lokasi pendistribusian vaksin.

“Mudah-mudahan berjalan dengan baik, dengan lancar dan juga aman,” ucap Rusdi.

Selain mempersiapkan pengamanan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada bulan Desember 2020 juga telah mempersiapkan 12.408 tenaga kesehatan (nakes) yang telah dilatih untuk menjadi vaksinator di 21 provinsi di Indonesia.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *