BNPB Beri Dana Stimulan Korban Gempa, Berikut Besarannya

Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tampak rusak parah akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Ini merupakan gempa susulan, sebelumnya gempa terjadi pada Kamis (sumber foto wow.tribunnews.com)
Bagikan:

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya rusak akibat gempa di Sulawesi Barat (Sulbar).

“Pemerintah pasti akan memberikan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban,” ujar Kepala BNPB, Doni Monardo dalam siaran pers, Minggu (17/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menyebut, rumah yang rusak akibat gempa akan menjadi tanggung jawab BNPB bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

BACA JUGA :  Tim Intelijen Kejagung Tangkap Buron Korupsi Videotron Rp3,1 M

Terkait besar dana stimulan yang akan diberikan dilihat berdasarlan tingkat keparahan.

Doni menyebut, untuk rumah dengan tingkat kerusakan parah atau rusak berat akan diberi bantuan sebesar Rp50 juta. Untuk rumah dengan kerusakan sedang akan diberi bantuan sebesar Rp25 juta. Sedangkan untuk rumah dengan kerusakan ringan akan diberi bantuan sebesar Rp10 juta.

Angka tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar yang disampaikan kepada pemerintah pusat melalui BNPB.

BACA JUGA :  BNPB Catat Total Kerugian Gempa Sulbar, Lebih dari Setengah Triliun Rupiah

Sampai Sabtu (16/1/2021), BNPB telah menyalurkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempa bumi Sulbar sebesar Rp 4 miliar. Rinciannya, sebesar Rp2 miliar diberikan untuk Provinsi Sulbar, sebesar Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju, dan sebesar Rp1 miliar untukKabupaten Majene.

Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Diberitakan sebelumnya gempa dengan magnitudo 6,2 terjadi di Sulbar pada Jumat (15/1/2021) dini hari. Gempa tersebut merusak sejumlah bangunan warga yang ada di Sulbar.

BACA JUGA :  Daftar Kawasan Banjir di DKI Jakarta Pagi Ini

Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 56 orang. Dengan rincian 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.

Selain itu, terdapat 637 korban luka di Kabupaten Majene, dengan rincian antara lain 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap. (Zak/IJS)

 

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *