Campur Tangan Pemerintah Dibutuhkan untuk Mendorong Pemenuhan Pangan Keluarga

MUSLIM, SHI.MM / Foto: HijrahHeiji
Bagikan:

JAKARTA– Luasan lahan pertanian konvensional secara global terus tergerus. Ditambah lagi, ledakan jumlah penduduk membuat banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi permukiman.

Maka, ini saatnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanam tanaman yang bermanfaat. “Ini langkah awal yang bagus untuk menciptakan ketahanan pangan masa depan,” tutur Anggota Komisi IV DPR RI Muslim, Minggu (3/1/2021).

Jika ini dioptimalkan, sambung politisi Partai Demokrat tersebut, hal ini menekan jumlah produksi pangan yang dihasilkan. Oleh karena itu, Muslim memandang perlu ada terobosan lain untuk pemenuhan pangan masa depan.

“Hasil riset dalam jurnal internasional Global Food Security (September, 2019) menunjukkan bahwa urban farming kian menjanjikan. Hal ini ditinjau dari segi aspek potensi produksi global, keragaman pangan, Indonesia paling potensial,” tuturnya.

Bahkan, sambung Muslim, dari riset yang mengambil sejumlah sampel lokasi urban farming komersial memperlihatkan bahwa sistem pertanian perkotaan ini bisa meningkatkan sumber pangan dengan efektif dan efisien.

“Innovative urban farming, menurut saya cukup ramah lingkungan. Inovasinya membuat aspek perawatan dan sumber daya yang dipakai menjadi minimalis namun dapat menghasilkan panen yang maksimal,” imbuhnya.

Muslim berharap, program pemberdayaan ekonomi kreatif urban farming ini, dapat dimaksimalkan dengan adanya campur tangan dari Pemerintah. Baik melalui Kementerian Pertanian, maupun Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pertanian tentu ke depan tidak hanya berpangku pada sektor konvensional. Membangun basis pertanian dan perkebunan di lingkungan keluarga adalah hal ideal dalam menguatkan sumber pangan kita,” imbuhnya.

Selain mempopulerkan terobosan ini, Pemerintah diharapkan dapat mengadakan pelatihan, membantu pembibitan maupun menyosialisasikan terobosoan ini.

“Saya rasa perlu juga ada kolaborasi dari banyak pihak, termasuk perusahaan dan kalangan akademikus, agar memberikan dampak yang lebih baik bagi sebagian warga yang belum akrab bercocok tanam,” pungkas Muslim, legislator asal Dapil Aceh II itu. (ijs/ful)

BACA JUGA :  Kasus Helena Lim Melebar, Ombudsman Bakal Periksa Dinkes DKI

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *