Cegah Kekerasan Seksual, Nadiem Minta Kampus Bentuk Tim Khusus

Bagikan:

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan lakukan penyusunan Peraturan Mendikbud (Permendikbud) tentang pencegahan kekerasan seksual di pergurun tinggi (PT) atau kampus.

Dalam webinar yang bertajuk “Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender” Nadiem mengatakan, hal itu diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman khususnya bagi peserta didik perempuan.

“Peraturan menteri untuk perguruan tinggi dan mekanisme tersebut kami rancang dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan, agar pelaksanaannya nanti dapat berjalan secara tepat dan sesuai dengan harapan,” kata Nadiem.

Nadiem mengatakan kementeriannya tengah merancang aturan untuk membasmi tiga dosa di dunia pendidikan antara lain intoleransi, kekerasan seksual dan, perundungan. Kemendikbud, lanjut dia, tengah menggodok peraturan menteri terkait kekerasan seksual di perguruan tinggi.

“Tetapi satu hal yang perlu diingat, kami hanya akan menjadi satu ombak kecil di tengah upaya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan,” kata Nadiem.

Meski ada Permendikbud, menurutnya kekerasan seksual tidak akan 100 persen teratasi. Perlu turut serta peran masyarakat dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual tersebut.

“Momentum hari perempuan internasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang dan membutuhkan gotong royong semua golongan untuk mewujudkannya,” kata Nadiem.

Selain mendorong pembentukan satuan kerja pencegahan kekerasan, Nadiem juga mengaku sedang merumuskan mekanisme terbaik untuk menindaklanjuti laporan kasus dari tiga dosa pendidikan mulai dari yang terjadi di jenjang PAUD, pendidikan dasar hingga, sekolah menengah.

Nadiem menjelaskan, sebenarnya penanggulangan kasus kekerasan di sekolah sudah diatur dalam Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Bagikan:
BACA JUGA :  Madrasah Aliyah Unggulan Kemenag Jadi Rebutan 15 Ribu Calon Peserta Didik Baru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *