China Ajak Indonesia Kembangkan Vaksin, Azis Syamsuddin: Ini Bukti Kita Mampu!

Bagikan:

Jakarta – Manuver Indonesia dalam upaya meredam sebaran Virus Corona (Covid-19) mengundang perhatian dunia. Salah satu langkah yang mendapat sorotan yakni program vaksinasi masal, pengembangan vaksin, hingga temuan Genose yang kini masuk dalam tahap mengembangkan dan memperbanyak alat pendeteksi COVID-19 berbasis embusan napas.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mengatakan, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim, memiliki daya magnet tinggi terhadap upaya memerangi wabah Covid-19. Salah satu terobosan yang kini tengah dikembangkan anak negeri yakni GeNose.

Keberadaan GeNose yang dirancang Universitas Gadjah Mada (UGM) sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi saat ini. Karena selain harganya murah, alat ini bisa dengan cepat mendeteksi COVID-19 hanya dengan embusan nafas dan dalam waktu tidak lebih dari tiga menit.

BACA JUGA :  KLHK Harus Perketat Pengawasan Pulau-pulau di Indonesia

“Kalau saja semua puskesmas di Tanah Air memiliki alat ini, maka proses pelacakan akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ungkap Azis.

Yang lebih menarik, GeNose sangat murah, yakni Rp62 juta dan satu alat bisa digunakan untuk mengetes 100.000 orang, sehingga kalkulasinya jauh lebih murah dibanding alat tes COVID-19 lainnya.

“Dari sinilah, Pemerintah China sudah melirik kekuatan Indonesia. Bahkan, China mengajak Indonesia membangun ketersediaan Vaksin COVID-19 di negara-negara berkembang khsususnya negara-negara Islam. Dapat kita simpulkan, sejatinya Bangsa kita memiliki kekuatan itu,” papar Azis Syamsuddin dalam keterangan resminya, Selasa (12/1/2021).

Yang menarik, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut, ajakan tersebut disampaikan Kantor Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) di Beijing, Senin (11/1/2021).

BACA JUGA :  Senator Alex Imbau Petani Manfaatkan Program KUR Sapi dari Gubernur Babel

“Tentu ini sebuah pencapaian yang baik. Terlebih China menganggap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menerbitkan sertifikat halal, menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali sejumlah negara yang mayoritas muslim,” terang Azis.

Terobosan Indonesia yang berhasil mengajak peneliti melakukan pengembangan terhadap vaksin yang diproduksi Sinovac ternyata membuahkan hasil. Ini dibuktikan dengan uji klinis tahap ketiga hingga akhirnya berhasil memperoleh sertifikat halal.

“MFA telah mengakui ini. Dan memberikan pujian terhadap Indonesia. Ini pun dibuktikan dengan hadirnya vaksin ke Indonesia dalam dua tahap. Alhamdulillah vaksin tersebut sudah bisa digunakan untuk keperluan darurat,” ungkap Azis. (ful/ijs)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar