Corona Merajalela di Babel, Alexander Fransiscus Angkat Bicara Soal Penanganan

Alexander Fransiscus
Bagikan:

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kepulauan Bangka Belitung menetapkan status zona merah (risiko tinggi) Kota Pangkalpinang. Ini akibat kenaikan secara signifikan kasus baru penularan virus corona jenis baru itu di ibu kota provinsi tersebut.

Anggota Komite II DPD RI Alexander Fransiscus menaruh harapan penetapan zona merah atau risiko tinggi penularan COVID-19 dapat teratasi lewat kerja keras semua instrumen.

Bacaan Lainnya

“Penekanannya kepada individu masing-masing. Taatilah protokol kesehatan. Kita selamat, orang diseliling kita juga sehat,” terangnya, Jumat (1/1/2021).

Senator asal Dapil Kepulauan Bangka Belitung tersebut berharap, agar jumlah kasus virus corona tidak melaju kian kencang, Satgas Penanganan COVID-19 harus menerapkan strategi penanganan sejak hulu.

“Pemerintah maupun relawan harus mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat secara individual maupun komunal melalui kepatuhan mereka terhadap 3M, yaitu menjaga jarak dan menghindari kerumunan, menggunakan masker, serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” papar Alexander Fransiscus.

Ditambahkannya, di saat vaksin untuk virus corona belum tersedia untuk publik, pencegahan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan vaksin dan satu-satunya jalan agar infeksi kasus virus corona tidak meroket.

Dari data yang didapat Alexander Fransiscus, dalam sepekan terakhir, jumlah orang terpapar dan dinyatakan positif COVID-19 naik signifikan, yaitu 468 orang atau 44,5 persen, di mana 35,7 persen kasus di provinsi itu berasal dari Kota Pangkalpinang.

“Ini Ibu kota provinsi. Kita tekan agar tidak kembali pada zona merah. Sekali lagi butuh kesadaran dalam diri. Kita memang dipaksa untuk hidup beradaptasi dengan kondisi wabah. Tapi jangan pernah surut, lakukan karena kita bisa,” ujar Alexander Fransiscus seraya memberi semangat.

BACA JUGA :  3 Jenazah Korban Sriwijaya Sudah Tiba di Babel, Alexander Fransiscus Apresiasi Tim SAR

Untuk diketahui sebanyak lima kabupaten zona oranye, yaitu Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Tengah, Belitung, sedangkan zona kuning (risiko rendah) Belitung Timur.

“Dalam sepekan terakhir kenaikan kasus baru COVID-19 tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang mencapai 55,0 persen, Kabupaten Bangka 40,7 persen, Bangka Barat 42,8 persen, dan Kabupaten Bangka Tengah 75,0 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan kumulatif tertinggi (per 100.000 penduduk) di Kota Pangkalpinang 344,04 kasus, Kabupaten Bangka 186,66 kasus dan Bangka Tengah 168,64 kasus.

Angka kematian tertinggi (per 100.000 penduduk) karena COVID-19 juga terjadi di Kota Pangkalpinang 6,04 kasus, Belitung 4,61 kasus, dan Kabupaten Bangka Tengah 2,14 kasus. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *