Demi Bantuan, Warga Mamuju Dipaksa Cari KTP di Reruntuhan Bangunan

Warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Mamuju-Majene
Warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Mamuju-Majene (Foto: AFP-Rudy Akdyasyah)
Bagikan:

Mamuju – Salah satu korban gempa bumi, Firman, warga di Jalan Baharuddin Lopa, Kabupaten Mamuju harus mencari Kartu Keluarga (KK) di reruntuhan rumah untuk mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.

Saya mendatangi salah satu posko bantuan, Posko Pendopo. Saya meminta bantuan dari pemerintah, namun syaratnya melampirkan kartu keluarga. Bahkan, warga terdampak harus rela mengantri beberapa demi mendapatkan bantuan,” ujar Firman dilansir dari terkini.id.

Bacaan Lainnya

Diguncang gempa yang cukup besar, Firman mengaku rumahnya telah mengalami kerusakan berat. Ia dengan terpaksa pulang dan memberanikan diri mencari kartu keluarga di reruntuhan rumahnya untuk mendapatkan bantuan

“Akhirnya, saya memberanikan diri mencari Kartu Keluarga (KK) yang sudah tertimbun di reruntuhan rumah. Saya sangat takut, ada gempa susulan. Namun mau bagaimana lagi, ketentuan dan persyaratannya seperti itu,” ungkapnya saat ditemui di tenda pengungsian.

Setelah mendapatkan KK, Firman kembali ke posko bantuan yang menyediakan paket sembako untuk pengungsi gempa bumi Sulawesi Barat.

“Setelah lama mencari, akhirnya saya mendapatkan Kartu Keluarga. Kemudian, saya kembali ke tempat tadi. Saya mengantri lama untuk mendapatkan bantuan. Alhamdulillah dapat bantuan, walau mie instan saja. Meski demikian, kami tetap mensyukurinya,” jelasnya.

Saat ini, Firman dan beberapa anggota keluarganya mengungsi di Posko Pengungsian Stadion Manakarra. Pria asal Bulukumba itu mengharapkan, pemerintah tidak mempersulit warga untuk mendapat bantuan apapun.

“Saat ini, masih terjadi bencana alam. Saya pastikan, banyak masyarakat Mamuju-Majene yang menjadi korban dan tidak sempat mengambil Kartu Keluarga atau KTP. Saya mengharapkan, pemerintah bisa memahami dan mengerti situasi dan kondisi sekarang ini,” tandas Firman.

BACA JUGA :  KKSMB Serahkan Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Gempa Majene

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju memiliki alasan tersendiri untuk melakukan hal tersebut. Salah satunya, Dinsos ingin memberikan bantuan sosial agar tetap sasaran dengan memperlihatkan kartu keluarga Akan tetapi, usai protes muncul, Dinsos Mamuju meninjau kembali kebijakan tersebut.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *