Demi Vaksin Pfizer, Trump Ancam Pecat Direktur FDA dan Menyebutnya Kura-kura

Bagikan:

Dimulainya program vaksinasi Covid-19 besar-besaran di Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan vaksin Pfizer pada Senin kemarin (14/12/2020) ternyata tak lepas dari intervensi Presiden AS, Donald J Trump.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa meski telah diuji-cobakan dan diproduksi, namun penerbitan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) vaksin Pfizer oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) tak kunjung dikeluarkan.

Hal ini membuat Presiden AS gusar. Hingga kemudian, Donald Trump mengancam Direktur FDA, Stephen Hahn agar segera mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Pfizer secepatnya. Ancaman yang diterima Stephen Hahn, tak tanggung-tanggung: pemecatan.

Ancaman pemecatan tersebut disampaikan melalui Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows yang kemudian menghubungi Hahn melalui saluran telepon, meminta Hahn agar rekomendasi penggunaan vaksin Pfizer segera dikeluarkan.

Stasiun berita ABC News melaporkan kejadian ini pada Minggu (13/12/2020). Dalam laporan yang disampaikan, ABC News menyebut, bahwa melalui telepon, Mark Meadows mengingatkan Hahn bisa dipecat jika tidak segera mengelurkan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer, pada Jumat pekan lalu.

Bukan hanya mengancam Hahn –melalui Mark Meadows, Trump juga dilaporkan mengintervensi izin EUA, dengan menggunakan ancaman yang sama: pemecatan.

Bahkan, ancaman pemecatan tersebut disampaikan pula melalui media sosialnya.

Dalam tulisannya di media sosial tersebut, Trump memaki Hahn dengan sebutan “kura-kura”. Karena dianggap lambat mengeluarkan izin edar darurat vaksin Pfizer.

“Meski FDA berhasil mengeluarkan izin untuk vaksin hebat lainnya dalam kurun waktu lima tahun, tetapi tetap saja mereka adalah kura-kura besar, tua dan lambat. Keluarkan vaksinnya saat ini juga, Dr. Hahn. Berhenti bermain-main dan mulai lah selamatkan nyawa manusia,” demikian cuitan Trump di media sosial miliknya pada Jumat lalu (11/12/2020).

BACA JUGA :  Gelar Pelatihan Jurnalistik, Peserta Miliki Misi Khusus

Akhirnya, Hahn pun menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer dengan dasar pendapat dewan pakar FDA, yang menyebut bahwa vaksin buatan Pfizer dan BioNTech aman untuk dikonsumsi.

Pada Jumat pekan lalu, Hahn menyebut izin edar darurat bagi vaksin Pfizer sudah melalui melewati standar keselamatan dan standar ilmiah yang ketat dan merupakan salah satu pencapaian terbaik di dunia sains.

“Hal itu demi jaminan keamanan, efektivitas dan kualitas produksi,” ungkap Hahn.

Sekitar tiga juta dosis vaksin Covid-19 rencananya akan disebarkan ke berbagai negara bagian di AS. Dengan tiga juta dosis lainnya disimpan untuk penyuntikan kedua. Untuk diketahui, vaksin Pfizer mengharuskan dua kali dosis untuk satu orang agar vaksin efektif bekerja.

Hahn berharap vaksin ini bisa memberikan perlindungan bagi keluarga di AS yang terdampak pandemik COVID-19.

Seperti kita tahu, AS adalah negara dengan tingkat penularan pandemi corona tertinggi di dunia, dengan lebih dari 16 juta orang terinfeksi dan lebih dari 300 ribu meninggal dunia akibat terinveksi Covid-19. Dan, AS menjadi negara keenam di dunia yang memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer selain Inggris, Kanada, Arab Saudi, Bahrain, dan Meksiko.

(Nad)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *