Di Masa Pandemi, Jokowi Inginkan Kementan Lakukan Hal Ini

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Foto: Hafidz Mubarak)
Bagikan:

Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan sambutan di Rapat Kerja Nasional Pembagunan Pertanian yang diadakan secara virtual di Istana Negara pada Senin (11/1/2021). Jokowi mengungkapkan, sektor pertanian menadi fokus utama di masa pandemi Covid-19.

Jokowi mengimbau, Kementan agar lebih berhati-hati dalam distribusi barang antar negara dan pembatasa mobilitas warga serta distribusi pangan dunia.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, Kementan harus berusahan memenuhi kebutuhan pangan 273 penduduk Indonesia. Untuk itu, Jokowi menyarankan  pengelolaan pangan dan pembangunan dalam sektor pertanian harus tetap menjadi perhatian serius dan detail.

“Untuk mengatasi masalah ini harus menggunakan skala yang lebih luas. Kita harus membangun sistem dan program pertanian berbasis economic of scale.¬†Saya juga meminta kepada Kementan untuk mendorong food estate dan harus segera diselesaikan secepat mungkin,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan, program food estate supaya segera terealisasi dan diselesaikan tahun ini di Provinsi Kalimantan Tengah. Apabila program ini terlaksana, maka tahapan evaluasi yang ada di lapangan bisa terselesaikan.

“Bila program food estate yang ada di Provinsi Kalteng berhasil, maka provinsi lainnya bisa mencontoh dan mengikutinya. Itu yang kami harapkan dari pihak pemerintah,” ujar Jokowi.

Pemerintah Indonesia menginginkan cara pembangunan pertanian melalui skala luas dan menggunakan teknologi sehingga harga pokok produksi bisa bersaing dengan komoditas negara lain.

Dalam sambutannya, Presiden RI turut menyampaikan apresiasinya terkait adanya pertumbuhan positif pada sektor pertanian terutama pada peningkatan ekspor komoditas pertanian.

BACA JUGA :  Survei Memprediksi Golkar Akan Dikejar PKB dan PKS dalam Perolehan Suara

Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah membuat kebijakan baru mengenai pertanian maju mandiri modern. Kebijakan ini dipilih agar menjadi pedoman jajaran Kementan untuk bertindak cerdas, cepat dan tepat.

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Kementan telah membuat kebijakan baru ini. Meski menghancurkan perekonomian Indonesia, namun Kementan terus berupaya tetap memberikan yang terbaik untuk ketahanan pangan.

Dalam mencapai ketahanan pangan maksimal, Kementan akan tetap mempertahankan nilai tambah dan ekspor terutama dalam meningkatkan produktivitas dalan sektro pertanian. Hal ini telah mendukung program pemerintah sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Kementan akan melakukan berbagai hal mulai dari meningkatkan kapasitas produksi, penguatan lumbung pangan, diversifikasi panngan, peningkatan ekspor pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) hingg penerapan pertanian modern (modernisasi pertanian),” ungkap Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian menambahkan, Kementan akan melakukan terobosan baru melalui pengembangan kawasan pertanian skala luas, koorporasi pertanian di enam provinsi dan perluasan di kawasan arean tanam.

Syahrul meminta kepada seluruh jajarannya menjalankan tugas dan bekerja keras di lapangan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung program pembangunan pertanian Indonesia.

“Kami dan jajaran Kementan akan menjalankan perintah dan arahan Presiden RI. Kerja sama dan dukungan dari Pemda akan sangat membantu kami untuk menjalankan tugas dari Presiden,” papar Mentan.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *