Diduga Adanya Covid-19 di Es Krim, Ahli Virus Angkat Bicara

Ilustrasi es krim. Foto: /pexels/jéshoots
Bagikan:

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, dilaporkan produk es krim Tianjin Daqiaoda, Cina Utara terdeteksi virus Covid-19.

Pengujian dilakukan pada tiga sampel es krim yang berbeda, dan diketahui ketiganya terpapar Covid-19.

Sebagai langkah awal untuk mengatasi kasus ini, the Tianjin Center for Disease Control  telah menyegel dan menyimpan produk es krim tersebut.

Menanggapi kejadian ini, ahli virus pun angkat  bicara.

Ahli virologi di University Leeds, Stephen Griffin mengatakan, insiden ini seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan.

“Kita tidak perlu panik setiap es krim tiba-tiba terkontaminasi virus Covid-19. Kemungkinan besar ini berkaitan dengan pabrik yang menurunkan tingkat kebersihannya,” ujarnya.

Griffin pun menjelaskan, meski es krim berada pada suhu dingin, virus Covid-19 tetap bisa bertahan karena mendapat dukungan dari lemak yang terkandung.

Diberitalan sebelumnya, produk es krim yang menggunakan bahan baku susu bubuk yang diimpor dari Selandia Baru dan bubuk whey dari Ukraina ini terdeteksi virus Covid-19.

Dari 4.836 kotak es krim yang terkontaminasi Covid-19, sekitar 2.089 telah berhasil disegel dalam penyimpanan.

Sekitar 935 dari 2.747 kotak es krim yang masuk pasar masih berada di Tianjin pada saat hasil tes sampel menujukkan positif dan sebanyak 65 yang sudah terjual.

Menyusul temuan tersebut, para karyawan tempat es krim diproduksi diminta untuk karantina dan memeriksakan diri sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian Penyakit, Tianjin.

Sedangkan, bagi warga yang telah membeli produk es krim tersebut diimbau untuk melapor ke badan medis di dekat tempat tinggal jika mengalami gangguan kesehatan apapun.

Selain itu, otoritas anti-epidemi di Tianjin juga langsung melakukan tindakan mendisinfektan pabrik produksi  agar virus Covid-19 tidak menyebar. (Zak/IJS)

BACA JUGA :  Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan Bagi Pasien Covid-19

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *