Disuntik Duluan Sebelum Jokowi, Ridwan Kamil Rasakan Dua Hal Ini

Potret Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat disuntik sampel vaksin Bio Farma, 28 Agustus 2020.
Potret Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat disuntik sampel vaksin Bio Farma, Jumat (28/8/2020). (Foto: Armin Abdul Jabbar)
Bagikan:

Bandung – Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 sebelum Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pria asal Bandung ini mengaku sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, hanya ada dua hal yang dirasakan usai mendapat vaksinasi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kang Emil mengatakan, reaksi yang pertama adalah pola kantuk tidak teratur. Akan tetapi, mantan Wali Kota Bandung itu tidak mengetahui secara pasti apakah rasa kantuk itu memiliki hubungan dengan vaksin Sinovac.

“Saya merasa pola mengantuk yang tidak biasa. Saya tak tahu pastinya, apakah ini ada hubungannya dengan suntikan atau tidak. Saya hanya melaporkan apapun yang terasa dalam tubuh usai melakukan vaksinasi Covid-19. Namun hal itu, tidak menjadi masalah sama sekali.

Reaksi yang kedua, Kang Emil menceritakan, usai mendapat vaksinasi hampir sebulan , tubuhnya mulai memproduksi antibodi Covid-19.

“Reaksi kedua, 28 hari usai disuntik, tubuh saya berlimpah antibodi hingga 99 persen. Ini berita luar biasa. Tubuh saya berhasil divaksinasi dengan memiliki antibodi ini,” ujarnya.

Diketahui, Provinsi Jabar mendapat jatah sementara 97.080 dosis. Kang Emil berencana, vaksinasi pertama kali dilakukan di tujuh daerah yakni Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Cimahi, serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dan mulai pada Kamis (14/1/2021).

Melihat dari perkembangan zona risiko atau level kewaspadaan di Jabar selama periode 4 hingga 10 Januari, terdapat enam kabupaten/kota berstatus zona merah (risiko tinggi).

BACA JUGA :  Pria Dengan Gangguan Jiwa Aniaya Seorang Warga Hingga Tewas di NTT

”Kami telah mengklasifikasikan zona merah yakni Kota Bekasi dan Depok serta Kabupaten Garut, Ciamis, Karawang, Bekas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, namun harus saya sampaikan. Kabupaten Karawang sudah lima minggu berturut-turut berada di zona merah. Kami sudah mengirimkan tim khusus ke sana. Mudah-mudahan bisa cepat pulih,” ungkap Ridwan Kamil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi orang pertama yang terlibat dalam program vaksinasi terutama di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar.

“Saya sudah terlebih dahulu menjadi relawan uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 di Indonesia,” ungkap Kang Emil.

Ridwan Kamil menerangkan, ada 11 ribu relawan vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin yang sudah dilatih hingga akhir Januari nanti. Ia akan terus menambahkan jumlah vaksinator untuk menyelesaikan program vaksinasi dalam kurun waktu enam bulan.

“Pemprov akan menambahkan jumlah vaksinator seperti arahan dari Presiden Jokowi. Target dari pemerintah pusat kurang dari setahun agar ekonomi cepat membaik,” kata Kang Emil.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *